Sabtu, 01 Oktober 2022


Pertahankan Resep, Rahasia Voni Sukses Berbisnis Kue

30 Mei 2022, 16:38 WIBEditor : Herman

Voni Produsen Kue Batu Malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Batu Malang --- Mempertahankan kualitas rasa dan resep warisan membuat kue kering home made dari Batu Malang ini tidak pernah sepi dari permintaan. Ukan hanya saat lebaran, pada hari biasa pun kue kering buatan Voni banyak dipesan.

Rasa yang enak dan tidak berubah menjadi rahasia kue kering seperti nastar, kastengel dan berbagai jenis lainnya buatan Voni selalu dicari para penggemar setia. Kudapan yang satu ini nenab menjadi icon saat hari raya, karena itu tidak heran bila permintaan bisa meningkat 5-6 kali lipat.  

“Pesanan sudah mulai ramai sejak sebelum Ramadhan, sepuluh hari sebelum Ramadhan kami sudah membuat kue, pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 sempat membuat bisnis mengalami penurunan pesanan hingga mencapai 40 persen,” ungkapnya 

Dalam menjalankan usaha yang dimulai sejak 3 tahun yang lalu ini, Voni menonjolkan kualitas rasa dengan tetap mempertahankan resep yang dipelajari dari ibu mertua yang memang memiliki keahlian dalam membuat kue.

 

Dalam membuat kue tahap yang dilalui pertama adalah mempersiapkan bahan baku seperti tepung, mentega, telur, sedangkan untuk isiannya berupa nanas dan coklat.  “Untuk kue kering prosesnya dimulai dari mencampur tepung, mentega, telur, diaduk sampai halus kemudian diisi nanas selanjutnya kita oven selama 30 menit,”ujarnya

Voni mengaku, usaha kue keringnya memang menjadi pilihan teman-temannya, selain harganya terjangkau cita rasa kue yang premium juga jadi andalan. “adapun jenis kue kering yang saya buat bermacam-macam, misalnya nastar, kastengel, semprit rempah, cheese garlic, snow boll, dan lainnya, yang jelas kue kering lebaran terfavorit,” ungkap Voni.  

Voni mengaku resep kue yang dibuat tidak boleh berubah, karena hal tersebut akan mempengaruhi citarasa. Untuk harga jual antara Rp 25-35 ribu per toples isi 300 gram, sedangkan  bila menggunakan wisman butter harga menjadi lebih mahal dengar harga jual berkisar Rp 70 ribu per kg.

  

“Kami belum bisa memasarkan secara online, karena masih ada kendala.  Kedepan kami ingin merambah ke pemasaran online karena sekarang semua juga serba online,”tuturnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018