Sabtu, 01 Oktober 2022


Pedagang Ikan Asap, Jaring Berkah di Tepi Sungai Barumun

02 Jun 2022, 14:16 WIBEditor : Herman

Penjual Ikan Asap di Sekitar Sugnai Barumun | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Labusel --- Sungai Barumun menjadi berkah masyarakat sekitar termasuk para pedangan ikan sap yang ada di tepi Sungai. Bukan hanya ikan baung yang menjadi andalan, berbagai jenis ikan mulai dari ikan trubuk, gabus, patin, lele hingga ikan jurung yang di asap banyak diminati masayrakat.

Ada banyak pedagang ikan asap atau disebut ikan sale yang menjajakan ikan hasil olahannya diderah aliran sungai Barumun yang hulunya adalah mata air Siraisan Kabupaten Padang Lawas yang hilirnya sungai Barombang laut Selat Malaka.

Sungai Barumun sendiri merupakan salah satu sungai yang banyak dimanfatkan masyarakat sekitar selain sebagai jalur transportasi juga banyak amsayrakat yang mengantungkan ekonominya dari sungai Barumun. “ Dahulu sebelum ada jembatan, yang ada adalah sejenis kapal besi atau disebut panton untuk masyarakat menyebarang melalui sungai Barumun baik mau menuju ladang pertanian sawah dan tanaman karet (rambong),” ungkap Hermansyah Nasution SH

Sungai Barumun yang dulu berair jernih menjadi habitan berbagai jenis ikan seperti Baung,terubuk serta udang galah yang besar besar, kini sudah berubah. Banyaknya penebangan hutan yang tidak dibarengi dengan penanaman kembali serta sampah dan kayu yang dibuang ke sungai dan banyaknya pabrik kelapa sawit yang semua pembuangan air dan olahan limbah nya ke sungai membuat Sungai Barumun tercemar.

Hal tersebut berdampak pada masayarakat sekitar tidak terkecuali para pedagang ikan asap. Seperti diungkapkan salah satu pedagang ikan asap yang berjualan di dekat sungai Barumun, Fatimah boru Nasition , bahwa dahulu ikan masih banyak dan pedagang ikan masih 4-5 orang, namun setelah pemekaran Labuhanbatu Selatan tahun 2008 pedagang ikan bertambah menjadi 10 orang dan ikan pun sulit didapat karena sungai yang sudah tidak sebaik dulu.

“Permintaan banyak karena penduduk terus bertambah,karena sungai Barumun kota Pinang ikan nya terbatas pedagang terpaksa menacari ke Labuhan Bilik Sungai Barombang, Kabupaten Labuhan Batu dan Padang Lawas serta Madina Tapanuli Selatan,” tambahnya.

Dikatakan pedang lainya, Ibrahim Nasution (Baim) selama ini dagang Ikan Baung sale/minggu bisa menjual sekitar 80kg dengan harga Rp 200 ribu/kg, dan dalam satu bulan bisa menjual sekitar 200 kg dengan omset berksiar Rp 40 juta.

Sedangkan udang Galah yang  masih segar dijual dengan harga Rp 200 ribu/kg, ikan Gabus sale/per Rp 100ribu/kg per. Untuk ikan lele sale harga Rp 80 ribu/kg, Ikan patin sale dengan harga Rp 80 ribu/kg. Sedangkan untuk sale ikan jurung  dengan harga Rp 180 ribu/kg dan sale ikan nila dijual dengan harga 100 ribu/kg.  

Dengan banyaknya peminat yang membeli berbagai jenis ikan asap di tepi sungai Barumun, tidak heran bila para pedang bisa menjual lebih dari 1 ton berbagai jenis ikan asap dengan omset mencapai ratusan juta perbulannya. 

Ditengah semakin sulitnya mendapat bahan baku ikan di sungai Barumun, para pedangan seperti Fatimah Br Nasution, Ibrahim Nasution dan pedagang lainnya mengharapkan bantuan alat pengolahan ikan dan permodalan, serta pelatihan budidaya pemeliharaan di sungai Barumun.

Reporter : Istansu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018