Sabtu, 01 Oktober 2022


Belajar Dari Pengalaman, Budi Bangun Usaha RPA

07 Jun 2022, 09:29 WIBEditor : Ngadem1n

Budi Pengusaha RPA Asal Malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM Tlekung Malang ---  Pengalaman menjadi modal berharga bagi Budi dalam membangun usaha Rumah Potong Ayam (RPA)  sejak 1 tahun lalu, Dengan keuletanya, memasarkan produk karkas ayam dan bebek, mengantarkan Budi sukses dalam usaha ini. Seperti apa perjalananya? 

Membangun usaha Rumah Potong Ayam bukanlah hal yang mudah. walaupun pasar usaha ini sangat menjajikan akrena ayam menjadi salah satu unggas yang banyak dicari masyarakat, namun tanpa tau seluk beluk dan caranya. bisa dipastikan akan sulit mengembangkannya,.

Dengan berbekal pengalaman bekerja di sebuah tempat pemotongan ayam dan bebek, Budi seorang pemuda asal Tlekung, Malang ini memutuskan untuk membuka usaha RPAnya sendiri. Mulai dari tempat dan sanitasi, peralatan  hingga pasokan ayam, telah Budi persiapkan dengan baik.  ,

“Awal tertarik membuat pemotongan unggas lebih kurang 1 tahun yang lalu, dulu saya berjualan ayam dan bebek dari rumah dibawa ke pasar, tapi banyak rugi karena banyak yang mengambil tapi tidak membayar akhirnya beralih ke pasar lain, kemudian bertemu dengan pembeli yang sekarang ini, berapapun jumlahnya dibeli awalnya hanya 30 ekor saja,”kenangnya.

 

Budi menjelaskan memjalankan RPA perlu diperhatikan tempat pemotonganya seperti sanitasi untuk pengairan. Limbah hasil pemotongan melalui proses penyaringan dan limbah hasil pemotongan tersebut memiliki nilai jual.   

“Jadi kotorannya hanya airnya saja untuk bulunya 2 hari sekali sudah diambil, saat ini karena mencari laba itu sedikit jadi keuntungannya menipis sehingga kita mencari harga yang di bawah pasar,” ungkapnya.  

Berat ayam yang dipilih Budi 7,5 ons dan untuk pasar catering berat ayam diatas 1 kg, sedangkan untuk bebek 1.5 kg up. Untuk mendapatkan unggas dengan kondisi sehat dan bobot yang masuk dalam kriteria, Budi mendatangkanya dari supplier dibeberapa daerah seperti bebek yang diambil dari Kota Blitar, Jawa Timur.   

Dalam 1 hari, Budi bisa memotong 75 ekor ayam dan 50 ekor bebek. Harga jualnya untuk bebek Rp 42 ribu/ekor dan ayam dengan berat 7,5 ons Rp 32 ribu. Selain sudah ada yang mengambil, Budi memasrkan unggasnya ke warung-warung hingga catering.  

Ditengah pasokan ayam yang langka dan harga pasr yang tidak stabil, Budi tidak mengambil margin besar dari usahanya. Ia hanya mengambil margin berkisar Rp 1.500 per ekor,

“Kalau mau mendirikan sebuah RPA ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain, tidak berada di daerah rawan banjir, tercemar asap, bau, debu dan kontaminan lainnya, tidak menimbulkan gangguan dan pencemaran lingkungan,”pungkasnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018