Thursday, 30 June 2022


Di Rumah Tamadun, Hendra Antar Kerajinan Lidi Sawit Mendunia  

17 Jun 2022, 10:37 WIBEditor : Yulianto

Hendra owner Rumah Tamadun | Sumber Foto:Dok. hendra

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Lidi sawit yang awalnya hanya diangap sampah oleh petani sawit, ternyata bisa dibuat menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Lewat kreatifitasnya, Hendra Darmawan mengolah lidi sawit menjadi berbagai kerajinan menarik. Tas, piring hingga kotak tissue dari lidi sawit kini mendunia.

Melimpahnya sawit di provinsi Riau menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat disana. Bukan hanya buahnya yang  bernilai, berbagai bagian dari sawit seperti lidi sawit ternyata bisa dibuat menjadi kerajinan bernilai ekonomi yang bisa menjadi nilai tambah bagi masyrakat.

“Selama ini lidi sawit dianggap tidak memiliki nilai oleh petani dan dibuang begitu saja, dengan ketersediaan lidi sawit yang melimpah di Riau kita mencoba untuk mengolah limbah ini menjadi sesuatu yang berharga,” ungkap Hendra Dermawan, Pemilik Rumah Tamadun kepada Tabloid Sinar Tani.

Putra asli Rokan Hilir Riau ini membangun Rumah Tamadun pada tahun 2017.Rumah Tamadun yang  berarti rumah peradapan ini dibuat untuk memberikan inovasi baru di Kabupaten Rokan Hilir  dan menyadarkan masyarakat pentingnya melestarikan budaya.

“Kita berawal dari reseler kerajinan tanjak (ikat kepala msayrakat melayu) untuk melestarikan kebudayan,. Lalu pada 2017 kita merembah ke kerajinan berbahan lidi kelapa sawit,” ujarnya.

Untuk membuat kerajinan dari lidi sawit, Hendra memberdayakan ibu-ibu sekitar yang memang memiliki keahlian dalam membuat kerajinan. Dengan sentuhan seni dan inovasi, lidi sawit bisa memnjadi produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dalam membuat kerajinan dari bahan lidi sawit, Hendra membina puluhan ibu-ibu yang ada di beberapa kabupaten di Provinsi Riau seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu dan beberapa kabupaten lainnya. Bukan hanya itu, dengan kreatifitas dan inovasinya tersebut Dermawan bersama Rumah Tamadun sudah mendapatkan hak paten untuk kerajinan berbahan lidi sawit ini.

Lidi sawit dibuat menjadi berbagai macam kerajinan mulai dari piring, tas, kotak tisu dan lain sebagainya.  Dari berbagai jenis produk yang dihasilkan, tas berbahan lidi sawit  menjadi produk yang banyak dicari pasar. Selain karena desainnya yang cantik dan modern, konsep pemanfaatan limbah dan ramah lingkungan inilah yang menjadi daya tarik dari produk tersebut.

Rumah Tamadun yang memiliki visi Bergaya Sembari Melestarikan Budaya ini menawrkan produk kerajinan lidi sawit dengan harga bervariasi. Misalnya, Tas yang terdiri dari berbagai macam model maupun warna dari Rp 150 ribu–300 ribu, piring lidi sawit mulai dari Rp 7 ribu –35 ribu dan kotak tissue mulai dari Rp 50 ribu –100 ribu. “Selain kerajinan berbahan lidi sawit kita ada kerajinan kain songket dengan harga mulai Rp 100 ribu sampai 1 juta,” tambahnya.

Berbagai cara dilakukan Hendra memperkenalkan kerajinan lidi sawit mulai dari pemasaran secara online hingga melalui gerai yang terletak di Rokan Hilir Riau. Ia juga membuka kesempatan kerjasama/kemitraan dengan masyarakat yang ingin memasarkan produk kerajinan Rumah Tamadun dengan sistem Dropshipper, Reseller, Agen, hingga Distributor dengan persyaratan tertentu.

Keikutsertaanya dalam berbagai pameran naik dalam dan luar negeri juga diakui Hendra sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan lidi sawit ini secara luas. “Kita kerap mengadakan pameran baik di dalam seperti pameran yang diadakan BPDPKS  saat ini hingga pameran di luar negeri,” tambahnya.

Dengan keuletan dan kerja Hendra dan tim Rumah Tamadun, kini membuahkan hasil. Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018