Monday, 08 August 2022


Hoco Coffee, Kedai Kopi Arabika dengan Suasana Rumahan

15 Jul 2022, 09:47 WIBEditor : Gesha

Jamal manajer Hoco Coffee dan tabloidsinartani.com | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Aceh telah lama dikenal dengan julukan 1001 kedai kopi, hingga sekarang konsep kedai kopi di Aceh pun semakin beragam. Tidak terkecuali dengan Hoco Coffee atau House of Coffee yang tampil unik menggunakan bangunan rumah 1990-an dengan perabot dan hiasan yang tidak kalah klasik. Tampilan tua dan klasik ini semakin menarik dengan tambahan aksen batu bata yang dibiarkan terbuka di beberapa tembok sehingga menjadi ajang swafoto bagi konsumen yang hadir.

Hoco Coffee awalnya berdiri sejak Agustus 2019 di depan Hotel Hermes Banda Aceh, namun mulai Maret 2022 Hoco Coffee memilih untuk pindah ke lokasinya yang baru di jalan Malikul Saleh Lampineung, Banda Aceh, karena ingin tampil beda dengan cafe-cafe lainnya di Banda Aceh. 

"Pasalnya, tampilan Hoco Coffee sekarang menganut konsep ala rumah tahun 1990-an yang sedang ramai di Jogja dan Bandung, yakni ngopi seperti di rumah sendiri dengan suasana nyaman, asri dan jauh dari kebisingan. Bangunan yang sekarang pun sesuai dengan kepanjangan nama Hoco, yaitu House of Coffee," ujar Jamal, manager Hoco Coffee, kepada tabloidsinartani.com.

Selain ramai didatangi oleh konsumen milenial, Hoco Coffee juga menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, komunitas, pegawai dan karyawan swasta, karena menghadirkan tempat yang nyaman, akses internet kencang dan colokan yang ada hampir di setiap meja. "Kita mulai buka pukul 07.00 - 23.00 WIB dan menyediakan sarapan pagi ala rumah dengan harga mulai Rp 10.000," sebutnya. 

Menurut Jamal selaku manajer menambahkan, pihaknya juga menyediakan ruang kerja dan rapat VVIP dengan kapasitas hingga 30 orang dengan pilihan ruang AC dan ruang Non-AC."Untuk pemesanan tempat dapat menghubungi Whatsapp 081396274831 atau melalui DM ke Instagram @hoco.coffee. Kenyamanan pelanggan dan kualitas produk makanan dan minuman adalah prioritas utama kami," ujarnya berpromosi.

Hoco Coffee terus mencoba berinovasi dalam berbisnis untuk menjaring pelanggan. Buktinya, Hoco Coffee selalu ramai pengunjung selama 2 bulan setelah soft launching. "Kami cari hal - hal baru di kawasan rumah penduduk yang areal parkirnya cukup luas. Tujuannya selain lokasi jauh dari hiruk pikuk kendaraan, ruangannya yang dipenuhi dengan perabot era tahun 1990-an serta adanya aneka tanaman hijau dapat menghadirkan suasana menikmati kopi seperti di rumah sendiri," beber Jamal yang memiliki talenta bisnis saat tinggal di Jakarta.

Terkait menu, Hoco Coffee menyediakan berbagai jenis dan varian minuman coffee dan non-coffee, dengan harga yang relatif terjangkau sehingga cocok untuk semua kalangan. "Bahkan di Hoco Coffee juga menyediakan jus, es krim dan cemilan untuk anak-anak," terangnya.

Untuk varian rasa kopi, kita berinovasi dengan menghadirkan berbagai menu unik dari racikan kopi khas Aceh Sanger seperti Sanger Durian dan Sanger Cheese. Makanan yang dihadirkan juga cukup beragam seperti Nasi Sapi Lada Hitam, Chicken Creamy Pasta, dan Crispy Dori Steak.

Dalam menjalankan operasionalnya, Hoco Coffee melibatkan 16 karyawan yang dibagi dalam 2 shift. Kehadiran Hoco diharapkan dapat membantu remaja di Aceh untuk lebih mandiri dan tidak mengharapkan jajan dari orangtua. 

Vina alumni UIN AR Raniry dari Lampeunerut mengatakan alasannya ngopi di Hoco Cafe karena nyaman dan tidak bising selain harganya juga cukup terjangkau  Sementara Fadli Azmi alias Aldo mahasiswa F-MIPA USK sengaja mengajak temannya dari Bandung menyebutkan kopi disini banyak varian ada juga kopi segar. "Ini kunjungan saya kedua kalinya bawa teman kuliah dari ITB karena tempat dan suasananya ikonik beda dari yang lain," timpalnya.

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018