Selasa, 27 September 2022


Berikan Nilai Tambah, Hariono Produksi Keripik Buah

22 Agu 2022, 13:32 WIBEditor : Herman

Hariono Produsen Keripik Buah dari batu malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Batu Malang --- Melimpahnya buah apel saat panen raya yang tidak terjual karena harga yang rendah menjadi inspirasi bagi Haryono untuk membuat sesuatu yang berbeda. Ya, dengan mengolah menjadi keripik buah apel, maka harganya akan lebih baik dan ternyata pasarnya pun menjanjikan.

Keripik buah khususnya apel memang menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Batu Malang. Dengan mengolah menjadi keripik, petani buah akan mendapatkan harga yang sesuai dengan jerih payahnya.  

Adalah Hariono salah satu produsen keripik buah dari Batu Malang yang mulai menjalankan usaha sejak 2013 yang lalu karena melihat melimpahnya buah apel saat panen raya di desanya.

”Memulai usaha keripik buah tahun 2013, awalnya melihat banyak apel yang sudah tidak layak jual dalam bentuk segar, tetapi sebenarnya masih bisa dikonsumsi dan diolah menjadi produk olahan seperti keripik apel.

Produk keripik buah yang ditawarkan Hariono bisa dibilang berbeda, dengan pengolahan yang lebih modern dengan menggunakan peralatan seperti fryer dan spiner untuk meniriskan minyak membuat produknya lebih higienis, renyah dan pastinya sehat.  

“Keripik buah di Kota Batu kurang bagus jadi saya mempunyai pemikiran memperbaiki kualitasnya, kalau belajarnya sudah lama tapi karena tidak ada modal baru terealisasi tahun 2013,” jelasnya.  

Hariono mengatakan proses pengolahan keripik buah tidak sulit. Dimulai dari menyiapkan bahan baku, kemudian dilanjutkan dengan mencuci bahan baku hingga bersih dan dikupas kulitnya, lalu di potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.  

Selanjutnya buah dimasukkan ke dalam freezer selama 24 jam, setelah itu buah siap untuk digoreng dengan menggunakan mesin penggoreng. Untuk bahan baku berupa buah itu sendiri, ditambah garam, dan minyak goring.

“Semuanya bahan yang digunakan bahan buah segar dan berkualitas misal untuk salak kita gunakan salak pondoh dan buah berkualitas lainya,” papar Hariono. 

Hariono mengatakan memang banyak produsen keripik apel, dan ada persaingan di pasaran, disinilah ia mulai membuat strategi untuk pemasaran produknya yaitu dengan langsung pada penjual eceran, seperti menjual di area petik apel, toko-toko.

“Masih skala pasar lokal saja tidak ke grosir, kalau tempat grosir itu minta yang harga murah, kita tidak bisa melayani dengan yang harga murah jadi saat ini yang banyak orang belanja ke rumah,” jelasnya.

Dalam memasarkan produk keripik buah, Hariono mengutamakan mutu. Ia meyakini bila produk yang dipasarkan bermutu baik maka pembeli akan datang sendiri.

Variasi produk keripik buah yang dipasarkan Hariono mulai dari dari keripik apel, nangka, salak, nanas, dan juga pisang.   

Harga per kilonya antara Rp 100 ribu – Rp 130 ribuan, untuk kemasan seberat 60-100 gram harganya Rp 9 ribu –Rp 20 ribu. Saat ini kapasitas produksi Hariono dalam sekali menggoreng bisa menghasilkan 7 kg keripik buah dan menghabiskan bahan baku sebanyak 40 kg/harinya. 

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018