Rabu, 28 September 2022


Belum Genap Setahun, Muklis Kewalahan Penuhi Pasar Jamur Merang Labura

01 Sep 2022, 11:31 WIBEditor : Herman

Kunjungan TNI Ke Lokasi Produksi Jamur Poktan Usaha Bersama Raja Jamur Merang | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Labuhanbatu Utara --- Kebutuhan jamur merang yang semakin meningkat di Labuhanbatu Utara, mendorong Muklis Rintonga terjun ke usaha budidaya jamur dengan membentuk Poktan Usaha Bersama Raja Jamur Merang awal 2022.

Walaupun terhitung baru, namun Kelompok Tani Usaha Bersama Raja Jamur Merang selalu kewalahan memenuhi kebutuhan pasar. Hal tersebut tidak lepas dari belum adanya pembudidaya jamur merang di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

“Selama ini untuk kebutuhan bahan baku jamur bagi para pelaku usaha dipasok dari luar daerah Labura. Dan ini menjadi dasar kami membuka usaha budidaya merang,” ungkap Muklis.

Muklis mengatakan, karena belum memiliki pengetahuan seputar budidaya jamur, ia dan beberapa orang anggota memutuskan untuk belajar secara swadaya hingga ke Provinsi Lampung dan berbagai daerah di Sumatera Utara.

“Salah satunya kami belajar ke Anto Jamur di Dolok Madihul yang mengelola tempat budidaya jamur tiram. Disamping usaha jamur, beliau juga bertani labu madu dan tanaman porang,” ujarnya.

Dalam budidaya jamur merang, Muklis yang merupakan Ketua poktan Usaha Bersama Raja Jamur Merang, Desa Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualu Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mencoba memanfaatkan tangkos/bongkol sawit dari pengolahan pabrik kelapa sawit yang berlimpah di daerahnya.

Bersama 20 orang anggota, ia bisa memproduksi 400 kg jamur merang per 20 hari dengan harga ambil di rumah produksi Rp 25.000/kg.

“Permintaan sangat tinggi dan kita belum bisa memenuhi. Diperlukan 20 rumah jamur untuk bisa memenuhi permintaan tersebut. Namun hal itu belum bisa terealisasi karena keterbatasan modal usaha,” jelasnya.

Selain modal, Muklis juga mengatakan kesulitan dalam pengadaan bahan bibit jamur yang masih harus didatangkan dari Provinsi Lampung. Dan berdampak dalam peningkatan biaya produksi.  

Pria yang juga ketua JBMI dan Jaringan Santri Tani NU ini berharap Pemerintah khususnya Pemkab Labuhanbatu Utara, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara dapat memfasilitasi permodalan dan pembinaan/manajemen, agar jamur yang diproduksi bisa masuk ke pasar moderen/swalayan.

Budidaya jamur yang dilakukan Muklis dan para anggota Poktan Usaha Bersama Raja Jamur Merang mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, Diantaranya dari Kodam I /Bukit Barisan Medan dan Danrem 022/Pantai Timur yang melakukan kunjungan beberapa waktu lalu dan membuka peluang kerjasama budidaya jamur merang. 

Reporter : Istansu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018