Sabtu, 01 Oktober 2022


Canesia Aisah, Nikmati Manisnya Cabai Katokkon

21 Sep 2022, 03:55 WIBEditor : Yulianto

Canesia Aisah. Direktur Utama PT Arsy (tengah) bersama Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Masyarakat Indonesia identik dengan masakan pedas. Bahkan hampir di setiap kuliner nusantara, cabai rawit merah menjadi andalan. Kini ada satu jenis cabai yang terbilang sangat pedas. Namanya cabai Katokkon.

Memang sebagian besar masyarakat Indonesia belum banyak mengenal cabai jenis ini. Meskipun secara fisik mirip dengan cabai gendot asal Jawa Barat, namun ada varietas lain yakni cabai Katokkon.

Jenis cabai asal Tana Toraja ini memiliki aroma yang harum mewangi dan tingkat kepedasan yang tinggi. Karena itu, bisa menjadi bahan pangan favorit masyarakat setempat, terutama bagi penggemar rasa pedas.

Uniknya, budidaya cabai ini tengah kini tengah digandrungi kaum muda dan mampu mengisi pasar wilayah Jabodetabek. Salah seorang milenial yang mengembangkan cabai Katokkon adalah Canesia Aisah.

Direktur Utama PT Arsy ini mengatakan, dirinya sedang mengembangkan cabai Katokkon yang memiliki banyak kelebihan, yaitu lebih pedas daripada cabai rawit umumnya. Katokkon sendiri merupakan perpaduan tiga jenis yaitu cabai rawit, cabai merah, dan cabai keriting.

Saat ini PT Arsy, mengembangkan di tiga lokasi yaitu di Bogor, Cianjur, Sukabumi dengan total pengembangan lahan kami sekitar 28 ha. Ais, panggilan akrabnya, mengatakan cabai kattokan dapat berproduksi 30 ton/ha. Cabai ini mampu panen hingga 26 kali petik.

Untuk harga, Aisah mengakui, harganya lebuh stabil. Dirinya mematok harga flat yakni Rp 50 ribu/kg. Dari total panen bisa menghasilkan omzet kotor Rp 1,5 miliar atau bersihnya kurang lebih Rp 800 juta.

Pengembangan cabai ini menjadi harapan baru sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi akibat lonjakan harga cabai, terutama saat hari besar agama atau berkurangnya pasokan karena faktor iklim atau serangan OPT.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto pada saat mengunjungi lahan cabai Katokkon, beberapa waktu lalu mengatakan, budidaya cabai Katokkon, kini menjadi incaran kaum milenial yang rata-rata lulusan Perguruan Tinggi. Mereka membuat perusahaan dan bisa melihat peluang usaha yang pemasarannya bagus.

“Jenis cabai Katokkon yang sedang dikembangkan PT. Arsy ini pasarannya sudah masuk ke wilayah-wilayah Jabodetabek dan sudah banyak digunakan restoran, catering, dan hotel,” katanya.

Bahkan Prihasto berharap, bisnis ini bisa menjadi percontohan kaum milenial. Kebanggaan ini disertai inovasi dan kreativitas sehingga dapat membudidayakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai tambah luar biasa.

“Jadi anak muda tidak perlu lagi menggantungkan diri untuk mencari pekerjaan tetapi dapat memanfaatkan lahan yang ada dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan sebuah budidaya. Mereka adalah anak muda yang mempunyai semangat dan keinginan disertai untuk maju,” katanya.

Kepala Dinas Kabupaten Cianjur, Insanuddin Lingga berharap pembibitan cabai Katokkon ini bisa tersertifikasi dan dikembangkan ke masyarakat. Dengan demikian pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Hadirnya cabai ini yang dibudidayakan di Cianjur bisa booming dan mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Jika cabai ini sudah bisa dikonsumi secara luas dan ditanam seluruh pihak, baik masyarakat atau kelompok tani, bukan mustahil menjadi salah satu primadona untuk tanaman cabai,” tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018