Sabtu, 25 Mei 2024


Di Tangan Hanggono Sate WARU Jadi Kebanggaan Alumni PL

09 Agu 2023, 08:50 WIBEditor : Gesha

Sate Waru yang kini menjadi kebanggaan alumni PL | Sumber Foto:Memed

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta  --- Reuni tidak hanya bernostalgia, karena kalau disertai pemikiran bisnis, lahirlah sumber cuan bersama. Contohnya Sate WARU yang diracik oleh Hanggono dan kini menjadi kebanggaan alumni Pangudi Luhur (PL).

Warung Sate yang lahir dan berlokasi di Jalan Waru, Rawamangun itu akhirnya menggunakan nama jalan sebagai “trade mark-nya”. Waru. Nama jalan jadi merek dagang tidak luar biasa. Yang istimewa adalah rasanya.

Adalah Hanggono, sarjana yang berjiwa bisnis itu berhasil menghimpun sejawatnya di SMA Pangudi Luhur atau PL. Sekolah swasta yang terkenal dihuni kalangan atas ini ternyata tidak hura-hura tetapi bergerak positif membangun bisnis bersama. Itu dikatakan pegawai perempuannya yang lincah dan senang kalau diminta tolong mengambil foto.

Lihatlah hasilnya yang spektakuler ini. Sesudah berhasil membuka Warung Sate WARU di Rawamangun, sejak tujuh bulan lalu mereka mulai merambah usahanya di Pondok Indah, lokasi yang serba wah. Apakah secara kebetulan atau disengaja, lokasi resto yang nyaman ini dekat dengan rumah ibunya yang memang berlokasi di Pondok Indah, entahlah. Jadi jelas kita segera tahu dari kalangan mana mereka berasal.

 

Hanggono berpenampilan sederhana menunjukkan sikap kesahajaannya. Pria yang masih tergolong muda usia itu tak segan menangani sendiri pembuatan domba guling dan serius melayani sendiri tamu-tamunya.

Soal menu memang luar biasa, lengkap segala ada, tetapi satu yang menjadi unggulannya yaitu sate domba Garut Muda. Ini pun lebih spesifik karena daging yang digunakan hanya paha belakang. Sate WARU dipasok paha Domba Garut setiap hari sekitar 15 sampai 18 paha dan itulah pula yang dihabiskan dalam sehari.

Tamu konsumen hariannya sekitar 80 orang dan pada akhir pekan bisa mencapai 200  orang. Kita bebas memilih apakah mau pesan sate domba atau ayam, bercampur lemak atau murni daging, dengan saus cenderung manis atau asin dan banyak pilihan menu lainnya.

Yang jarang ditemukan di tempat lain adalah sate buntut domba, yang besar, gemuk dan penuh lemak. Konon menurut pekerjanya  jadi obat kuat. Boleh percaya atau tidak, tapi yang jelas sate ini tidak berbau seperti umumnya sate kambing. Nah, langsung saja datang sendiri. Dijamin akan kembali lagi. Satenya besar-besar dan harganya sangat bersahabat.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018