Thursday, 12 February 2026


Euis Sartika, Menjaga Warisan Minuman Tradisional Lahang

09 Oct 2025, 14:11 WIBEditor : y

Lahang, minuman tradisional dari nira aren

TABLOIDSINARTANI.COM, Kuningan---Pernahkah Anda mendengar tentang minuman lahang berbaha baku nira aren? Minuman dari sari bunga aren yang segar ini menjadi warisan kuliner nusantara kaya manfaat.  Euis Sartika Dewi menjadi salah seorang yang mewarisi minuman tradisional dari Kabupaten Kuningan ini.

Minuman lahang, bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan warisan kuliner nusantara yang menyimpan kekayaan rasa dan manfaat.  Lahang adalah minuman khas yang berasal dari nira pohon aren, sejenis palma yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama di Indonesia.

Adala  Euis Sartika Dewi, wanita berusia 45 tahun asal Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang turut serta menjaga resep warisan keluarga. “Produk yang dikembangkan saya adalah gula aren organik,” ujarnya singkat kepada Tabloid Sinar Tani, beberapa waktu lalu.

Euis pun bercerita di Kecamatan Darma banyak tumbuh tanaman aren liar. Masyarakat di wilayah tersebut memeliharanya secara turun-temurun dan memanfaatkan menjadi minuman.

“Di desa Darma kami memanfaatkan secara turun temurun menjadikan buah yang bermanfaat. Keluarga suami saya asli orang Kuningan, sementara saya sendiri asli Cirebon, sekarang ini saya dipercaya memasarkan,” katanya.

Menurut Euis, umumnya petani memanfaatkan dengan mengambil air nira dari sari bunga pohon aren. Petani memanen dengan memangkas, kemudian diolah dan dimanfaatkan menjadi minuman.

Jadi cairan nira ini diperoleh dengan menyadap atau menoreh tangkai bunga pohon aren. Proses penyadapan membutuhkan keahlian khusus agar nira yang dihasilkan berkualitas tinggi dan tidak cepat masam.

Euis megungkapkan proses pembuatan minuman lahang. Langkahnya, aren yang sudah dipanen diolah dengan cara dimasak sampai mengental dan mengering, serta menyusut airnya. Hasilnya adalah gula aren semut.

“Saya berharap banyak yang dapat menikmati minuman tradisional ini. Ke depan saya akan terus mempertahankan warisan keluarga ini dengan satu bahan saya bisa menghasilkan tiga produk,” katanya. 

Dalam memasarkan minuman lahang, Euis bekerjasama dengan dinas daerah dan rumah makan yang ada di Kuningan. Saat ini omzet usahannya tersebut berkisar Rp 6 jutaan perbulan. “Usaha saya ini masih mikro sekali. Harapan saya kedepan usaha keluarga ini terus berkembang,” ujarnya.

Wuis berharap ke depan ada investor atau pemerintah melirik usaha minuman tradisional Kabupaten Kuningan ini. Apalagi di wilayahnya, banyak petani dan pelaku usaha gula aren yang juga masih memerlukan bimbingan dan bantuan.

“Mudah-mudahan ada investor yang melirik memajukan usaha mikro, karena di daerah kami banyak sekali petani gula aren, sekitar 200 petani. Harapan saya pemerintah mau melirik usaha kami sehingga bisa usahanya mandiiri,” ujar ibu 5 orang anak ini.

Manfaat Lahang

Di balik kesegarannya, lahang menyimpan segudang manfaat kesehatan. Minuman ini kaya akan mineral penting seperti kalium, kalsium, fosfor, dan zat besi. Selain itu, Lahang juga merupakan sumber energi alami karena kandungan glukosa dan fruktosa yang tinggi, sehingga memberikan dorongan energi yang cepat tanpa efek samping seperti minuman berenergi buatan. Elektrolit alami dalam lahang juga sangat baik untuk menjaga hidrasi tubuh, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas.

Bagaimana cara menikmati lahang? Minuman lahang paling nikmat disajikan dalam keadaan dingin atau ditambahkan es batu, terutama saat cuaca terik. Rasanya yang manis alami dan sedikit asam akan terasa sangat menyegarkan. Biasanya minuman ini bisa ditemukan di pasar tradisional atau sentra oleh-oleh di daerah penghasil aren.

Meskipun Lahang umumnya dinikmati murni, kita bisa berkreasi untuk menambah kesegaran. Cukup siapkan lahang segar, es batu secukupnya, dan irisan jeruk nipis atau lemon sebagai penambah aroma dan rasa segar. Campurkan semua bahan dalam gelas saji.

Untuk sentuhan modern, kita juga bisa menambahkan sedikit irisan buah-buahan seperti nanas atau markisa. Minuman ini sangat cocok sebagai teman bersantai di sore hari atau sebagai minuman pembuka setelah beraktivitas.

Untuk menjaga kesegarannya, lahang sebaiknya disimpan di lemari es dan dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari. Jika disimpan terlalu lama, proses fermentasi akan terus berjalan, mengubah lahang menjadi tuak. Jadi pastikan memilih lahang yang masih segar dan belum terlalu banyak berfermentasi untuk mendapatkan manfaat dan rasa terbaiknya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018