
Dwi Meirawati, tinggalkan kerja di perbankan pilih usaha rumahan
TABLOIDSINARTANI.COM, Kuningan---Tak selamanya orang akan nyaman bekerja di dunia perbankan. Seperti Dwi Meirawati (35) yang lebih memilih usaha sendiri dan kini menjadi pemilik usaha Durian Endule di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Bertemu dengan Tabloid Sinar Tani saat pre event ke-5 Nusantara Melon Fest di Gedung Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu, Dwi menceritakan kisahnya merintis usaha setelah keluar bekerja dari salah satu bank BUMN. Bersama suaminya, ia membangun UMKM dan menjual berbagai produk makanan, kue ulang tahun, kue basah dan kue kering.

Bukan tanpa alasan, Dwi memilih keluar bekerja setelah menikah. Dwi dan suaminya ingin memiliki bisnis sendiri yang menurutnya lebih berkah. “Saya lulus jadi sarjana tahun 2015 kemudian saya kerja di bank dan suami saya ingin usaha sendiri. Saya cari yang lebih berkah. Jadi saya dan suami keluar kerja saat saya hamil anak pertama 7 bulan,” katanya.
Dwi bersama sang suami kemudian memulai menjalankan usaha makanan ringan. “Saya hijrah dan mulai dari usaha cake ulang tahun, cake brownies, kue basah dan kue kering,” ujarnya.
Namun usaha yang dirintis tersebut tak semudah yang dibayangkan. Keuangan pasangan muda yang tengah mencoba mandiri membangun usaha ini sempat kritis. Kondisi keuangan tak dipungkiri mengalami kendala utama, terutama setelah memutuskan keluar dari bank.
Apalagi ternyata dalam pemasaran juga tak mudah. “Kendala yang ditemui pemasarannya masih susah,” ujarnya. Jatuh bangun dalam membangun usaha tak membuat Dwi putus asa. Bersama suaminya ia terus berdiri tegak.
Dalam membuat kue kering, Dwi melakukan sendiri. Ternyata antusiasnya masyarakat terhadap produk yang dijual lumayan banyak. Dwi kemudian mulai fokus mengembangkan dengan menjual artisan, kue-kue kering.
“Kita juga jual di marketplace dan agen reseller untuk kue kering. “Lama kelamaan pesanan mulai berdatangan dan mulai berkembang,” kata Dwi yang tinggal di Jl. Senang Lingkar Buana Rt 15/03 Kel. Cijoho Kec. Kuningan, Kab Kuningan.
Tak puas hanya bisnis cake, Dwi mencoba menambah lini bisnis di dunia minuman. Saat itu, rintisannya masih sederhana dan dikerjakan berdua di rumah, dengan alat berupa mixer dan lain-lain. “Saya buat durian kocok endule. Ada tiga varian robusta, original dan dancow,” ujarnya.
Selain itu, Dwi juga mencoba membuat keripik durian. Selama ini belum ada yang mengusahakan. Durian diolah sendiri, dari daging durian kemudian ditumbuk, lalu diolah menjadi chips. “Kripik ini cocok buat teman minum susu dan sereal,” ujarnya.
Dwi bercerita, usaha durian kocok usaha dimulai tahun 2018. Sedangkan durian chips sebenranya produk dadakan. Waktu itu ada acara besar Festival Durian di Cibuntu, Kuningan, dirinya diminta Dinas Pertanian untuk membuat keripik durian.
“Saat itu saya belum punya produk kiripik durian. Lalu saya coba inisiatif, bagaimana caranya membuat brownies dari durian. Jadi lahirlah durian chips. Bahan bakunya dari daging durian yang melimpah. Saya kirim dari Palembang, daging durian beku, sehingga siap sepanjang waktu,” tuturnya.
Dwi mengakui, ketika baru mencoba membuat kue berbahan baku durian ada trial end error, bahkan dirinya berkali-kali gagal. “Saya berhasil ketika daging duriannya saya masak dulu. Saya buat sampai jadi dodol setelah kering dikristal, baru di blender. Jadilah bubuk durian,” tuturnya.
Dwi menegaskan, agar konsumen tidak kecewa, ia berusaha menjaga kualitas. Saat ini wilayah jangkauan pasar yakni Kabupaten Kuningan dan Cirebon. Cerita Dwi menjadi inspirasi bahwa ketika berusaha akan menghadapi pasang surut. Pastinya, setelah melewati masa-masa sulit, akan ada kemudahan. Kerja keras Dwi kini berbuah manis