Kamis, 15 November 2018


Tingkatkan Pendapatan Peternak Kediri dengan Mengolah Susu

08 Nov 2018, 06:49 WIBEditor : GESHA

Susu bisa memberikan pendapatan yang lebih kepada peternak jika diolah | Sumber Foto:ISTIMEWA

Susu lebih bernilai tinggi jika diolah

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri --- Susu memiliki harga yang lebih tinggi jika diolah lanjutan dan bisa meningkatkan pendapatan jika dilakukan oleh peternak sendiri.

Karena itu, Universitas Islam Malang (Unisma) menggandeng Kodim 0809/Kediri, Pemda Kediri serta Pemerintahan Desa Jugo mengadakan penyuluhan bagi masyarakat peternak Kediri khususnya Desa Jugo, Kecamatan Mojo.

Teori dan praktek yang dikhususkan untuk peternak sapi atau kambing perah ini diselenggarakan di Balai Desa Jugo ini, secara langsung dijelaskan Dekan fakultas peternakan Unisma, Inggit Kentjonowaty  bersama Wakil Dekan I, Sri Susilowati.

“Fokus penyuluhan adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi susu dan memanfaatkan susu yang kurang memenuhi standar kualitas KUD (Koperasi Unit Desa), penganekaragaman, produk olahan susu dan meningkatkan pendapatan keluarga, khususnya warga Desa Jugo ini,” jelas Dekan Fakultas Peternakan Unisma, Inggit Kentjonowaty.

Teori dan praktek yang diberikan berupa pengolahan susu menjadi es mambo dan susu pasteurisasi karena kalau sudah diolah harganya jauh lebih tinggi dan peminatnya pun lebih banyak.

“Saya pastikan, dari anak-anak sampai orang dewasa akan menyukainya, apalagi bahan bakunya dari susu yang bergizi tinggi. Susu yang digunakan berasal dari susu sapi atau bisa juga kambing,” terang Inggit.

Menurut Wakil Dekan I Unisma, Sri Susilowati, harga susu sapi perah di Desa Jugo, paling tinggi dijual dengan nilai Rp 5.200 per liter, sedangkan bila susu ini terlebih dahulu diolah menjadi es mambo, 1 liter susu perah sapi tersebut bisa meraih omset sebesar Rp 30 ribu. 

“Setidaknya, peternak (susu perah) bisa mendapat pendapatan kotor sebesar Rp 24 ribu per liter, apabila harga jual kepada pihak kedua diasumsikan sebesar Rp 30 ribu per liter. Yang jelas, sudah pasti ada peningkatan pendapatan dibanding dijual dalam kondisi segar,” jelas Sri. 

Penyuluhan tersebut juga dihadiri oleh Komandan SST, Kapten Cpl Pratikno, Kepala Desa Jugo Jayadi, serta peternak sapi maupun kambing Desa Jugo. 

Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan peternak Desa Jugo bisa meningkatkan pendapatannya melalui olahan susu. (Dodik-Pendim Kediri)

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018