Senin, 18 Februari 2019


Raup Rp 1 Milyar per bulan dari Budidaya Jamur Tiram

10 Peb 2019, 11:11 WIB

Pembudidaya Jamur Tiram asal Cianjur, Triono (kedua dari kiri) mampu meraup Rp 1 Milyar per bulan dari usaha jamurnya | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Olahan jamur kini memang tengah digandrungi dan semakin banyak restoran, kafe, hotel yang menghidangkan menu jamur. Karenanya, usaha budidaya jamur tiram masih eksis hingga sekarang.

Salah satunya yang sukses adalah pembudidaya jamur tiram asal Cianjur, Triono Untung Piryadi. Jaringan pemasaran jamur tiram tidak hanya di daerah Cianjur saja, tetapi sudah merambah Jakarta, Bogor, hingga sebagian lain Jawa Barat. Triono mampu menjual benih jamur tiram hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

“Harga jual jamur cenderung stabil, saat ini sekitar Rp 14 ribu per kilogram," ungkap wirausahawan alumnus UGM itu. Melalui CV Asa Agro Corporation (AAC) yang didirikannya 15 tahun lalu, omset usaha jamurnya telah mencapai Rp 1 milyar per bulan. Tiap hari, ia bisa menjual 3 - 5 ton jamur tiram dan 12 ribu baglog benih per hari.

Tiap satu kilogram jamur dijual sekitar Rp 14 ribu dan harga satu baglog benih jamur Rp 4 ribu. “Usaha saya seluas 3 hektare dengan mempekerjakan 150 karyawan. Setidaknya saya sudah membina 50 plasma yang tersebar di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi," kata alumnus Fakultas Pertanian ini.

Triono selalu mencoba dalam pengembangan budidaya jamurnya, "Awalnya saya hanya produksi 5 kilogram per hari. Maka jika panen 10 kilogram per hari mau jualnya susah sekali. Para pengecer di pasar banyak yang menolak jamur produksi kita. Menurut mereka, sudah punya pasar sendiri. Saya tidak putus asa. Saya terus mencoba menjual jamur karena saya yakin jamur yang saya kembangkan bisa menang di kualitas dan kemasan," tuturnya.

Biaya produksi untuk satu siklus meliputi kubung ukuran 8 x 6 m2 dengan kapasitas 5 ribu log sekitar Rp 14,2 juta sudah termasuk baglog.

“Panen bisa mencapai 1.750 kilogram dengan harga Rp 11.500 per kilogram. Paling tidak bisa diperoleh pendapatan Rp 20,1 juta atau keuntungan per siklus sekitar Rp 5,9 juta. Untuk mendapatkan panen jamur yang stabil setiap hari paling tidak dibuat 5 kubung," tuturnya semangat.

Tentang upaya pengendalian hama dan penyakit, formula perangkap serangga buatannya sangat sederhana. “Cukup menggunakan oli bekas. Caranya, oles oli disekeliling kubung sehingga hama atau serangga menempel pada oli tersebut. Harganya murah dan aman,” ujar Triono.

Kasubdit Sayuran Daun dan Jamur, Indra Husni saat mengunjungi lokasi mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi jamur di tengah peluang tingginya permintaan pasar.

“Saat ini kebutuhan pasar belum bisa dipenuhi oleh petani jamur. Peluang usaha budidaya dan usaha olahan jamur masih terbuka luas. Usaha pak Triono ini patut dicontoh kaum milenial,” ungkap Indra Husni.

Indra menambahkan Kementerian Pertanian bersama dinas pertanian daerah bertugas melakukan pembinaan atau fasilitasi kepada petani jamur. Kami akan dorong sertifikasi benihnya.

Supriatna Hasan, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Cianjur mengatakan masyarakat di Cianjur sudah lama mengenal budidaya jamur. “Dulunya jamur tiram banyak didatangkan dari Bandung. Tapi sekarang sudah banyak yang mengembangkan sendiri, karena prospeknya bagus," ujar pria yang akrab dipanggil Abah Hasan ini.

Reporter : Indra Husni
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018