Senin, 22 April 2019


Wick System, Bagi Pemula yang Ingin Belajar Hidroponik

11 Peb 2019, 14:44 WIBEditor : Yulianto

wick system, bagi pemula yang ingin mencoba budidaya organik bisa menggunakan cara ini | Sumber Foto:Putri

Wick system adalah satu dari sekian banyak sistem hidroponik yang paling sederhana dan murah didapat

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sistem budidaya tanaman hidroponik memang beragam jenisnya. Wick system adalah satu dari sekian banyak sistem hidroponik yang paling sederhana dan murah didapat. Penting sekali untuk pemula yang ingin menekuni hidroponik mengetahui sistem atau teknik budidayanya terlebih dahulu sebelum membuat instalasi hidroponik yang besar dengan pipa.

Nah wick system atau sistem sumbu tetes ini targetnya adalah untuk pemula yang ingin belajar hidroponik. Sumbu yang ada ini gunanya untuk menyerap atau menghubungkan antara larutan nutrisi yang dimasukkan ke baki penampungan dengan media tanam.

“Kalau akarnya masih kecil kan belum sampai ke air, jadi untuk penyaluran nutirisinya agar diserap akar tanaman pakai sumbu. Sumbunya bisa dari kain flannel atau kain bekas yang bersih,” jelas Fitri Yani dari komunitas Indonesia Berkebun.

Kelebihan dari wick system ini yaitu tanaman mendapat suplai air dan nutrisi yang selalu tersedia di baki penampungan. Biaya alatnya pun murah karena sistemnya sederhana. Aalatnya juga mudah didapat, bahkan dapat menggunakan barang bekas.

Kemudahan lainnya adalah tidak tergantung aliran listrik, karena air dan sirkulasi udaranya dapat kita kontrol secara manual. Ukurannya yang tidak terlalu besar ini selain cocok untuk di lahan terbatas juga dapat dipindahkan dengan mudah.

Di atas baki penampungan tersebut ada netpot yang diisi rockwool untuk media tanam hidroponik. Net pot nya sendiri diletakkan di penutup baki yang sudah diberi lubang. Nutrisi tanaman akan dimasukkan dalam air di bak penampungan. Nutrisinya sendiri yaitu pupuk AB mix, pengaplikasiannya yaitu setiap larutan nutrisi 1 liter air dicampur dengan pupuk A dan B masing-masing 5 mi.

Perawatannya menurut Fitri, pun cukup mudah, tidak terpaku pada waktu tertentu. Kita hanya perlu kontrol ketersediaan airnya. Kalau airnya berkurang bisa langsung ditambahkan, kalaupun kotor pun kita bisa langsung ganti dengan yang baru,” katanya.

Tawarkan Paket Lengkap

Dari Komunitas Indonesia Berkebun ini juga giat mensosialisasikan tentang wick system. Aapalagi cara budidayanya cukup simpel cocok untuk pemula yang hobi bertanam di rumah. Paket lengkap untuk budidaya dengan wick system ini juga ditawarkan di Indonesia Berkebun. “Dengan harga Rp 150 ribu kita sudah mendapat paket wick system bahkan untuk jenis benih tanamannya, sehingga sampai di rumah bisa langsung diaplikasikan,” katanya.

Jika sudah mahir dengan budidaya wick system ini, Fitri mengungkapkan, bisa langsung melangkah ke sistem hidroponik lain seperti hidrponik NFT maupun DFT. Dari segi kualitas panennya pun wick system tidak kalah bagus dari hidrponik NFT dan DFT.

“Karena sistem NFT atau DFT kan mengalir, jadi sirkulasi udaranya juga bagus. Sedangkan wick system kan statis, jadi beberapa kali perlu kita goyangkan perlahan agar sirkulasinya tetap baik,” ujarnya.

Menurut Siti Kamila dkk dalam jurnal yang berjudul “Teknologi Hidroponik Sistem Sumbu pada Produksi Selada Lollo Rossa (Lactuca sativa L.) dengan Penambahan CaCl2 sebagai Nutrisi Hidroponik”, salah satu kelemahan hidroponik sistem sumbu yaitu larutan nutrisi tidak tersirkulasi, sehingga rawan ditumbuhi lumut, pertumbuhan tanaman sedikit lebih lambat. Hal ini dapat diatasi dengan mengkombinasikannya dengan hidroponik sistem sumbu dengan NFT.

Sirkulasi nutrisi pada instalasi akan mampu meratakan sebaran nutrisi dalam aliran air untuk semua tanaman. Pemanfaatan sirkulasi nutrisi juga memberikan asupan O2 yang dibutuhkan perakaran tanaman serta menjaga suhu larutan nutrisi tetap sejuk sehingga penyerapan larutan nutrisi tetap optimal.

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018