Jumat, 21 Juni 2019


Jamur Susu : Kaya Gizi dan Berprospek Tinggi

19 Mar 2019, 21:53 WIBEditor : Gesha

Jamur susu, peluang baru dari bisnis jamur | Sumber Foto:Indra Husni

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung --- Selama ini, bisnis jamur memang tidak ada matinya. Umumnya mereka menekuni bisnis jamur merang, tiram atau kuping. Tapi sekarang, ada peluang bisnis baru berupa jamur susu. Tertarik?

Jamur susu atau dikenal milky white mushroom (Calocybe indica) adalah varietas baru yang unik dan prospektif ini mampu hidup di iklim tropis, yaitu jamur susu atau dikenal milky white mushroom (Calocybe indica).

Jamur ini memiliki rasa lezat dan bertekstur lembut serta diperkaya kalsium, kalium, fosfor dan zat besi. 

"Jamur tersebut dibudidayakan dengan ramah lingkungan. Media tanamnya dari limbah pertanian dan perkebunan dan tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia buatan. Bahkan limbah media tanam jamur dapat diolah lagi menjadi pupuk organik," ungkap Sri Setiati, Kasie Penerapan Teknologi Sayuran Daun dan Jamur saat kunjungan ke Desa Dwi Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang – Lampung.

Kepala Bidang Hortikultura dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Muverdi mengungkapkan saat ini Petani Jamur di Lampung menyukai budidaya jamur tiram karena mudah. Selain itu bahan baku media tanamnya mudah tersedia dan banyak diminati konsumen. 

“Dengan pengembangan varietas jamur susu berarti pilihan petani untuk membudidayakan jamur bertambah dan menambah peluang bisnisnya," ujar Muverdi.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Moh Ismail Wahab mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan jenis-jenis jamur yang bernilai komersial tinggi. 

"Jenis jamur yang kita kenal bernilai ekonomis tinggi dan bisa diekspor seperti champignon umumnya masih diproduksi oleh swasta atau industri. Kalau untuk petani rata-rata belum menguasai teknologi budidayanya. Petani jamur kita paling banyak masih memilih jenis merang, tiram dan kuping," jelas Ismail. 

Karena itu, sudah saatnya petani menambah variasi jenis jamur yang bernilai ekonomi tinggi dan bergizi.

Jamur susu sangat potensial dikembangkan di Indonesia, selain karena cocok untuk iklim tropis juga mudah cara budidayanya.

Di India malah sudah dikembangkan sejak 1998. Yang pasti nilai ekonomisnya tinggi sehingga sangat menguntungkan bagi petani. "Celah pasarnya pun masih terbuka luas. Kami siap dukung pengembangannya," tegas Ismail.

Salah satu Penangkar benih jamur Susu di Desa Dwi Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang – Lampung, Eko Suwondo mengungkapkan dirinha tertarik budidaya jamur ini karena belum banyak dibudidaya secara komersial di Indonesia sehingga belum banyak juga petani dan konsumen yang mengenalnya.

Jamur ini menyukai suhu tropis, sekitar 30 hingga 32 derajat Celcius Fisiknya gemuk, batang dan tudung yang tebal dan warnanya putih bersih. "Sangat menarik," tuturnya.

Ukuran jamur susu bisa disetel besar atau kecil tergantung besar kecilnya baglog yang ditempati.

Hal ini berkaitan dengan jumlah cadangan makanan yang disediakan. Baglog yang berukuran besar 20 kg dapat menghasilkan 4 kg jamur. 

“Jamur ini juga memiliki daya simpan yang tinggi pada suhu kamar. Dapat bertahan selama 5 – 7 hari, sehingga tahan dalam pengangkutan," terang Eko. 

Selama ini jamur susu hasil produksi Eko baru dipasarkan secara terbatas ke konsumen perkantoran setempat dengan harga Rp 40 ribu per kg.

Pengalaman Eko dari 10 baglog ukuran tinggi 40 cm menghasilkan 12 kg jamur pada panen pertama. Jamur milky dapat dipanen dua kali. Modal satu bagloglog kurang lebih Rp 20 ribu.

"Setiap kali menawarkan biasanya langsung laris manis habis dibeli. Konsumen sangat menyukainya. Ini menandakan prospek ke depan masih terbuka sangat luas dan menguntungkan," pungkasnya.

Anda tertarik?

Reporter : Indra Husni
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018