Selasa, 23 April 2019


Budidaya Jamur Susu, 10 Hari Sudah Panen

22 Mar 2019, 19:35 WIBEditor : Yulianto

Jamur susu | Sumber Foto:Eko

Untuk membudidayakan jamur susu, ternyata cukup mudah. Bahkan budidayanya hampir sama dengan jamur tiram. Tapi yang membedakan adalah masalah cara tanamnya, yakni atasnya harus diberikan penutup (casing)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Jamur susu memang belum setenar jamur tiram, tetapi prospeknya kedepannya akan cerah karena harganya jauh lebih mahal. Bahkan untuk membudidayakannya cukup mudah. Dalam waktu 10 hari sudah bisa panen.

Menurut petani jamur asal Desa Dwi Tunggal, Kec. Banjar Agung, Kab. Tulang Bawang, Lampung, Eko Suwondo, harga jamur susu jauh lebih mahal dibandingkan jamur tiram. Selain itu, bertahan hingga 3 hari (suhu ruangan) setelah dipetik dibandingkan jamur tiram. “Harga jamur susu ini Rp 40 ribu per kg, sedangkan jamur tiram hanya Rp 15 ribu per kg,” katanya.

Untuk membudidayakan jamur susu, ternyata cukup mudah. Bahkan budidayanya hampir sama dengan jamur tiram. Tapi yang membedakan adalah masalah cara tanamnya, yakni atasnya harus diberikan penutup (casing). “Jadi di baglog-nya (plastik/wadah untuk tanamnya), bagian atasnya harus ditutup. Mengapa? agar tumbuhnya lebih cepat. Dengan apa ditutupnya? Dengan menggunakan tanah berpori atau sekam bakar,” jelas Eko.

Dengan menggunakan baglog ukuran lebar 40 cm tinggi 50 cm. Sedangkan kalau baglognya lebih kecil (ukuran lebar 17 cm tinggi 35 cm) hanya 5 hari sudah dapat dipanen.  Namun Eko mengingatkan, bagian atasnya harus ditutup (casing). Jika tidak, maka 2 bulan baru tumbuh, tapi tergantung cuacanya. Tapi jika musim kemarau, maka dalam 5 hari dapat dipanen. Sedangkan saat musim hujan dapat 1 bulan lebih. Makanya jamur ini cocok ditanam di daerah yang suhunya lebih dari 30 derajat celcius. Selain itu, posisi baglognya harus diletakan dalam posisi berdiri, bukan direbahkan seperti jamur tiram,” tutur Eko.

Eko mengatakan, untuk budidaya jamur susu memang harus di tempat yang tertutup, tetapi cahaya matahari harus masuk. Jika kurang cahaya, maka tumbunya tidak sesuai. Batangnya panjang, tetapi payungnya kecil.  “Jamur susu yang bagus itu antara batang dan payungnya seimbang. Batang dan tudungnya tebal (gemuk) serta warnanya putih bersih. Ingat, jangan kena matahari langsung, tetapi cahayanya,” katanya.

Media Tanam

Setelah menyiapkan baglog, media tanam yang digunakan adalah bubuk kayu 100 kg (media utama), dedak padi atau sekam padi 10-20 kg, dan kapur kurang lebih 3 kg. Untuk penggunaan kapur tergantung dari kondisi iklim. Jika musim hujan penggunannya 5 persen dari jumlah bubuk kayu (100 kg). Sedangkan musim kemarau hanya 3 persen.

“Sebenarnya untuk media utama tidak harus menggunakan bubuk kayu. Dengan limbah organik saja dapat tumbuh. Seperti ampas tebu, jerami, eceng gondok dan masih banyak lainnya. Tergantung di daerahnya banyak terdapat apa limbah organiknya,” kata Eko.

Dengan jumlah media tanam yang disebutkan di atas, untuk ukuran baglog kecil mendapatkan 125 kantong. Sedangkan baglog besar hanya sekitar 17 kantong. Jamur susu yang siap panen ada ciri khasnya, yaitu bagian bawah tudungnya (payungnya) rata dan penuh. Tidak seperti jamur tiram yang cekung bagian bawah tudungnya. “Dalam sekali panen, untuk satu baglog besar kurang lebih 1-1,2 kg/baglog, sedangkan yang baglog kecil sekitar 200-250 gram,” terang Eko.

Dalam sekali tanam, jamur susu hanya dapat dipanen 2 kali saja. Eko menjelaskan ketika sudah 2 kali panen biasanya diolah lagi atau diganti dengan jamur tiram. “Kalau saya gali tanah (buat lubang), lalu plastik yang menutup baglog-nya dibuka. Dimasukan ke lubang tersebut lalu ditutup tanah dan atasnya ditutup plastik. Begitu satu bulan, baglog-nya diangkat. Itu jamurnya tumbuh lagi,” jelasnya.

Dari segi rasa, jamur susu jelas lebih enak dibandingkan jamur tiram. Menurut Eko rasanya hampir mirip dengan jamur kancing. Teksturnya pun berbeda dengan jamur tiram, keras seperti kayu randu (kapuk). “Walaupun keras, ketika dimasak akan empuk seperti jamur pada umumnya. Yang paling membedakan dengan jamur tiram adalah, jamur susu ini tidak berserat,” katanya

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018