Kamis, 18 Juli 2019


Maggot Asal Bogor Laku US$ 4 per kilogram di Belanda !

22 Apr 2019, 17:04 WIBEditor : Gesha

Dried maggot sangat dimimati pasar internasional | Sumber Foto:ISTIMEWA

Maggot bukanlah pakan utama, melainkan pakan subsitusi atau tambahan seperti vitamin. Jika ternak seperti lele atau bebek diberikan pakan maggot saja, proteinnya akan sangat tinggi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Meskipun menjijikan ternyata Dried Black Soldier Fly Larvae atau dikenal dengan maggot ternyata laku US$ 4 per kilogram di Belanda. 

Dried black soldier fly larvae merupakan serangga penghasil larva atau maggot. “Tahun lalu Kita sudah sempat ekspor. Tahun ini yang kedua. Total yang sudah diekspor ada 5 kontainer atau 7 ton tiap kontainernya,” ujar Corporate Secretary Bio Cycle, Elza Mayang.

Elza menjelaskan, maggot bukanlah pakan utama, melainkan pakan subsitusi atau tambahan seperti vitamin.

Jika ternak seperti lele atau bebek diberikan pakan maggot saja, proteinnya akan sangat tinggi. Dan untuk orang yang alergi protein (tinggi) bisa sakit perut, karena maggot mengandung protein tinggi. 

“Tapi karena kita ekspor jadi kita harus ada sertifikasi Food and Drug Administration (FDA) jadi kita pakai bungkil kelapa sawit atau Palm Kernel Mill (PKM). Itu kadar proteinnya lebih tinggi,” tambahnya.

Pengelolaan maggot untuk komersil dari telur di PT Sahabat Tani Farm dilakukan sekitar 15 hari. Sekitar 1 gr telur bisa menghasilkan sekitar 4 kg fresh larva. Dengan harga fresh larva Rp 7 ribu per kilogramnya.  Sedangkan 4 kg fresh larva bisa menghasilkan 700 gram sampai 1,3 kg dried larva.

Adapun PT Sahabat Tani Farm berlokasi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu memasarkan magot di dalam negeri.

Sementara penjualan magot kering dan produk turunannya ke mancanegara tanggung jawab PT Bio Cycle. Kedua perusahaan itu bernaung di bawah satu manajemen.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018