Selasa, 17 September 2019


Dengan Modal Rp 40 Ribu Bisa Bisnis Permen Susu Cantik

08 Mei 2019, 18:49 WIBEditor : Gesha

Permen susu Lacku dengan modal minimalis ala mahasiswa | Sumber Foto:Clara

"Kita kasih nama Lacku karena ada filosofinya, yaitu Lucky You dari Bahasa Inggris yang artinya kamu beruntung, Laku dari Bahasa Jawa yang artinya laris, dan Lac Ku yang artinya susuku," terang Vivit.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Berbisnis ternyata tak harus merogoh kocek dalam. Buktinya empat mahasiswi Polbangtan Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) ini dengan modal Rp 40 ribu saja sudah bisa berbisnis permen susu yang cantik sekaligus menguntungkan.

Mahasiswi tersebut adalah Vivit Winda Rahmadini, Nor Laila Fitira, Nur Asiyatul Farida dan Inayah Puspita Sari.

"Waktu semester 2 ada mata kuliah mengenai wirausaha, kita diminta untuk menjadi wirausahawan muda dengan menciptakan suatu usaha. Kebanyakan mahasiswa yang lain menciptakan usaha mengenai budidaya pertanian. Karena kita ingin mencari yang lain daripada biasanya, akhirnya menciptakan usaha bidang kuliner olahan susu, yakni permen susu," terang Vivit yang merupakan mahasiswi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang saat dihubungi tabloidsinartani.com.

Mengapa terpikirkan permen susu, Vivit menjelaskan bahwa di Magelang sendiri belum ada usaha kuliner yang mengolah susu menjadi permen susu. Makanya dia dan ketiga temannya mencoba mengolah susu segar menjadi permen susu yang dikemas dengan cantik.

"Di sekolah kami ini ada peternakan sapi perah dan susunya dijual. Tapi sayangnya yang dijual hanya sebatas susu segar saja. Makanya kami coba mengolahnya menjadi permen susu dan ternyata banyak yang suka," jelasnya.

Berhubung permen susu yang diberi brand Lacku ini cukup menarik minat, sampai saat ini permen susunya masih diproduksi dan dijual.

"Kita kasih nama Lacku karena ada filosofinya, yaitu Lucky You dari Bahasa Inggris yang artinya kamu beruntung, Laku dari Bahasa Jawa yang artinya laris, dan Lac Ku yang artinya susuku," terang Vivit.

Permen susu Lacku ini dapat ditemui di kampus Polbangtan Yogyakarta-Magelang dan pameran-pameran.

Vivit menjelaskan mengapa dijualnya hanya sebatas di kampus dan pameran-pameran karena produksinya belum banyak dan belum mengajukan PIRT.

"Kita semua kan masih mahasiswa. Jadi produksinya belum bisa rutin, hanya pada saat jam kosong saja kami melakukan produksi. Selain itu, kita juga belum mengajukan PIRT jadi belum bisa dipasarkan keluar," jelasnya.

Walaupun hanya sebatas beredar di kampus dan pameran-pameran, rencana kedepannya ingin mengembangkan permen susu ini menjadi salahsatu oleh-oleh khas Magelang.

Vivit menceritakan bahwa rencana kedepannya adalah mengajukan PIRT, BPOM dan melakukan kemitraan dengan warga sekitar.

"Kita ini kan dari penyuluhan jadi kedepannya ingin melakukan kemitraan dengan warga sekitar. Jadi kita jual susu segarnya, lalu diolah dan dikemas oleh mereka (warga sekitar), lalu diserahkan ke kami dan nanti pleh kami dipasarkan," ungkapnya.

Mudah Diolah dan Balik Modal

Dalam membuat permen susu ini, Vivit menceritakan mudahnya pengolahan. "Tinggal siapkan bahan baku seperti: susu sapi segar, gula pasir, agar-agar plan (tidak berwarna dan berasa), vanili esen dan margarin," tuturnya.

Lalu siapkan panci yang sudah diisi susu sapi segar sebanyak 1 liter. Kemudian panaskan dengan api kecil sambil diaduk-aduk dengan spatula kayu agar tidak pecah hingga susunya ½ volume.

Dinginkan sesaat, lalu masukan bahan-bahan yang lainnya. Panaskan kembali dan diaduk-aduk hingga berbentuk karamel.

Larutan kemudian dituang ke dalam loyang almunium, lalu diamkan hingga dingin. Setelah itu, keluarkan dan potong kecil-kecil seperti dadu.

Kemas potongan-potongan tersebut dengan menggunakan kertas nasi. Permen susu siap dikonsumsi dan dipasarkan. 

Vivit sendiri memaparkan dengan 1 liter susu sapi saja, bisa mendapatkan 4 bungkus besar yang terdiri dari 80 permen susu yang laku dijual dengan harga Rp 15 ribu per bungkus besar.

Sehingga dengan modal Rp 40 ribu, bisa mendapatkan untung hingga Rp 20 ribu.

Modal:

- Susu Sapi Segar (1 liter) =  Rp  5.000

- Gula Pasir (200 gram)          = Rp  3.000

- Agar-agar plain (1 gram)   = Rp      500

- Margarin (1 gram)            = Rp      500

- Kemasan Primer                     = Rp   8.000

- Kemasan Sekunder             = Rp 15.000

- Gas                              = Rp   3.000

- Tenaga Kerja              = Rp   5.000

Total          Rp 40.000

Pendapatan

4 bungkus (@ 20 biji) x Rp 15.000 =           Rp 60.000

Keuntungan

Rp 60.000-Rp 40.000 =                                  Rp 20.000

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018