Kamis, 27 Juni 2019


Dengan Teknologi RAS , Pembenih Gurame Raup Untung Rp 34,5 Juta/Siklus

20 Mei 2019, 11:43 WIBEditor : Gesha

dari telur gurame yang ditebar sebanyak 30.000 butir, bisa menghasilkan benih gurame ukuran 2 – 4 cm sebanyak 25.500 ekor per siklus. | Sumber Foto:ISTIMEWA

dari telur gurame yang ditebar sebanyak 30.000 butir, bisa menghasilkan benih gurame ukuran 2 – 4 cm sebanyak 25.500 ekor per siklus.

 

TABLOIDSINARTANI.COM,Jakarta --- Usaha pendederan gurame dengan teknologi RAS sangat menguntungkan. Pembenih gurame bisa meraup untung Rp 34,5 juta per siklus (selama 2 bulan). Sedangkan keuntungan setahun mencapai Rp 207 juta.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Fernando J. Simanjuntak mengatakan, untuk aplikasi RAS pembenih hanya butuh biaya investasi pembuatan wadah pemeliharaan berupa container plastik ukuran 47 cm x 65 cm x 40 cm sebanyak 18 buah.

Kemudian pembelian rak besi, bak reservoir, tabung filter, media filter (zeolit dan arang aktif), pompa, lampu UV dan heater membutuhkan biaya sebesar Rp 33,6 juta.

Sedangkan biaya penyusutan per siklus (2 bulan) sebesar Rp 1,2 juta. Biaya operasional sebesar Rp 14 juta per siklus, termasuk untuk pembelian telur gurame, cacing sutera, obat-obatan dan biaya listrik.

Menurut Fernando, dari telur gurame yang ditebar sebanyak 30.000 butir, bisa menghasilkan benih gurame ukuran 2 – 4 cm sebanyak 25.500 ekor per siklus.

Apabila harga per ekornya sebesr Rp 2 ribu, maka penghasilan per siklus mencapai Rp 51 juta. "Pembenih gurame yang mengaplikasi teknologi RAS dipastikan bisa meraup untung Rp 34,5 juta per siklus (selama 2 bulan). Kalau dikalkulasi selama satu tahun keuntungannya mencapai Rp 207 juta," kata Fernando di Jakarta, Senin (20/5)

Fernando juga mengatakan, pembenihan melalui siatem ini sangat menguntungkan secara ekonomi karena pay back periode (waktu pengembalian modal) hanya ± 0,7 tahun. Pendapatan pembenihan gurame dengan teknologi RAS sebesar Rp 49.000 per liter air dalam wadah budidaya.

Sedangkan konvensional hanya Rp 317. Artinya, pendapatan pembenih bisa meningkat rata-rata sebesar 155 kali lipat.

"Karena padat tebarnya lebih tinggi. Sehingga, pemanfaatan teknologi RAS pada pembenihan ikan akan lebih efisien dalam penggunaan air dan lahan dibandingkan sistem konvensional," pungkas Fernando

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018