Thursday, 24 September 2020


Wajah Museum Tanah dan Pertanian Bogor Bakal Makin Menarik dan Menyenangkan

29 Jan 2020, 17:01 WIBEditor : Ahmad Soim

Prof Sjarifudin Baharsjah menyerahkan prasasti deklarasi pendirian museum pertanian kepada Kepala Pustaka Retno SHM | Sumber Foto:Soim

TABLOIDSINARTANI.COM – Museum Tanah dan Pertanian Bogor pada tahun 2020 bakal lebih menarik dan menyenangkan.

Galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 akan dirombak sehingga menjadi ruang literasi virtual, pertanian masa depan pada era industri 4.0 dan ekspose teknologi pertanian terkini dari berbagai instansi penelitian yang ada di Indnesia.

“Sehingga Galeri Pertanian Masa Depan di Museum Tanah dan Pertanian akan selalu upadate (terbaharui),” kata Kepala Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka) Retno Sri Hartati Mulyandari saat diskusi dengan Prof Sjarifudin Baharsjah, Soedjai Kartasasmita dan para penggagas ide pendirian musium pertanian.

Roof top atau lantai atas Gedung D Lantai 4 akan disempurnakan menjadi pertanian yang maju dan modern, serta terhubung dengan Galeri Pertanian Masa Depan yang ada di Gedung C.

Pada tahun 2020 lanjut Retno telah disiapkan Tim Pengembangan Museum Tanah dan Pertanian. “Yang berada di dalam tim lima tersebut antara lain ahli sejarah, ahli badan layanan umum dan entrepreneur,” tambah Retno.

Sekitar 60 persen pengunjung museum ini adalah kalangan generasi muda.  Sekitar 5 ribu pengunjung hadir di museum ini setiap bulannya. Mereka antara lain dari perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, IPB, UGM dan lainnya.

Kerjasama kerjasama untuk menambah artefak terus dilakukan di antaranya dengan Dinas Budaya dan Pariwisata berbagai daerah. “Juga akan kita lengkapi catatan-catatan artefak yang sudah ada sehingga pengunjung mengetahui catatan lengkap setiap artefak yang ada,” tambahnya.

Prof Sjarifudin Baharsjah berharap Museum Tanah dan Pertanian akan semakin menarik dengan tetap menerapkan motto Connecting the past to the future. “Kita berharap Museum kita punya kurator yang hebat, sehingga museum ini bisa menjadi tempat untuk belajar dan mengetahui sejarah, pengetahuan, pusat rekreasi, dan ajang atau promosi pertanian buat anak muda,” tambahnya.

Prof Sjarifudin Baharsjah juga menyerahkan prasasti deklarasi ide pendirian museum pertanian yang ditandatangani pada 15 April 2018. “Alhamdulillah Museumnya sudah terwujud oleh Kementerian Pertanian menjadi Museum Tanah dan Pertanian yang dikelola oleh Pustaka Kementan, yang dilounching Menteri Pertanian pada 17 April 2019,” tambahnya.

Reporter : Som
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018