Wednesday, 14 April 2021


Pesona Bunga Krisan di Agrowisata Batu Patah Payo Solok

18 Mar 2021, 14:01 WIB

Wisata Batu Patah Payo | Sumber Foto:Klik Travel

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok --- Bicara Kabupaten Solok, yang teringat pasti Danau Singkarak. Namun tahukah Anda ada agrowisata Solok yang kini tengah naik daun?Terletak tak jauh dari Danau Singkarak, Agrowisata Batu Patah Payo kini tengah mempesona, terutama bagi pecinta bunga krisan.

"Tahun 1980an, kawasan Payo ini kurang dikenal oleh wisatawan lokal sendiri. Kawasan ini dikenal menjadi agrowisata setelah ide dari Walikota Solok Zul Elfian yang memprakarsai pembudidayaan bunga krisan di dataran tinggi ini," tutur pengelola greenhouse Krisan Batu Patah Payo Solok, Zulkifli Ishaq.

Kini, akses ke kelurahan Tanahgaram yang berudara dingin dibangun, Agrowisata ini pun berkembang seiring dengan kawasan destinasi  wisata alam, seperti hiking, terbang layang, dan  Puncak Bidadari serta Puncak batu Patah. Objek wisata ini menyuguhkan keelokan pemandangan alam Kota Solok dari Puncak Payo disamping keindahan berbagai tanaman hias beraneka ragam warna dan tanaman buah yang banyak tumbuh di sekitarnya.

Bahkan Anda bisa  menikmati Kopi Payo sambil memandangi keindahan Gunung Marapi dan Singgalang, Danau Singkarak, Bukit Aripan dan Pusat Kota Solok secara bersamaan. Anda juga dimanjakan dengan aneka warna bunga krisan yang memang menjadi icon dari kawasan Batu Patah Payo Solok.

Saat ini di areal 1,5 hektar tersebut, sudah ada dua green house untuk budidaya krisan dan masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan pengunjung. Jadi, selain bisa menikmati kebun bunga krisan untuk selfie, pengunjung juga bisa membeli bunga dengan beragam warna. Satu tangkai bunga hanya dijual Rp2 ribu, sementara itu, bunga krisan pot dijual Rp15-20 ribu.

Untuk pengembangan kedepan, pihaknya bersama kelompok tani setempat akan menanam seluruh jenis bunga yang bisa tumbuh di kawasan payo. Targetnya, luas areal kebun bunga mencapai lebih kurang 30 hektar. "Karena ini namanya agrowisata, seluas 30 hektar lahan itu nantinya juga akan kita lengkapi dengan berbagai komoditi pertanian. Pengunjung kita suguhkan komoditi pertanian," terangnya.

Saat ini, wisatawan masih dibebaskan dari retribusi. Semuanya gratis, mulai dari parkir dan biaya masuk. Namun demikian, bagi pengunjung yang tidak keberatan juga bisa memberikan uang parkir seikhlasnya pada petugas.

Tertarik kesana? Agrowisata Batu Patah Payo ini hanya berjarak 6 kilometer dari pusat Kota Solok, Sumatera Barat. Untuk sampai ke lokasi, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Begitu sampai Kelurahan Tanahgaram, perlu waktu 30 menit sampai ke lokasi dengan medan yang didominasi oleh tanjakan panjang.

===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018