Friday, 07 May 2021


Wisata Malam Enrekang, Indahnya Light Trap Bawang Merah

26 Apr 2021, 08:52 WIBEditor : Yulianto

Pemadangan malam light trap bawang merah di Enrekang | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Enrekang---Lahan pertanaman bawang merah milik petani di Kabupaten Enrekang berpotensi besar menjadi destinasi wisata baru dan menarik untuk yang suka berselfy ria. Keindahan tersebut dikagumi Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto.

“Keindahan Kabupaten Enrekang di malam hari tak kalah indahnya dengan berbagai kota besar di dunia,” ujar Anton sapaan akrab Dirjen Hortikultura saat mengujungi kawasan bawang di Enrekang.

Anton bahkan membandingkan dengan Las Vegas, Amerika Serikat yang menyuguhkan pemandangan lampu gemerlap atau Cape Town yang disebut-sebut sebagai salah satu kota terindah di Benua Afrika. Kerlip lampu kota yang menghiasi malam di Las Vegas,  ternyata masih kalah dibandingkan dengan indah dan eksotisnya lahan bawang merah di Enrekang di malam hari.

“Kota Las Vegas di Amerika serikat, Kota Cape Town di Afrika, atau kota romantis Paris Perancis itu wajar jika dipenuhi gemerlap lampu di malam hari, namanya juga kota besar. Tapi kalau di Enrekang ini beda, ini unik dan menakjubkan, karena anda akan disuguhkan keindahan light trap,” tutur Anton.

Menurutnya, light trap di kawasan bawang merupakan teknologi pengendali hama sekaligus berfungsi sebagai penerang di malam hari.  Di samping itu, di siang hari kita bisa menikmati hamparan pertanaman bawang merah yang sangat luas, indah dan romantis.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan agar Kabupaten Enrekang didukung sepenuhnya sebagai sentra produksi bawang nasional. Bahkan menginginkan agar petani Enrekang menjadi role model bagi petani di daerah-daerah lain.

Pasalnya, lahan pertanaman bawang di Enrekang itu dipenuhi bebatuan, namun karena kegigihan petaninya, bawang bisa diekspor hingga ke lima negera, yakni Vietnam, Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.

“Iya betul, Pak Menteri menginginkan adanya sentra-sentra komoditas hortikultura yang baru, khususnya cabai dan bawang, agar ke depan kita bisa menggenjot ekspor hortikultura,” kata Anton.

Untuk itu, ia berharap, petani di daerah lain harus studi banding ke Enrekang jika ingin sukses bertani bawang. Dengan tanah berbatu seperti di Kecamatan Cakke ini saja bisa memproduksi bawang merah hingga 10-15 ton/ha.

Bukan hanya terkenal sebagai pelaut ulung, orang Bugis-Makassar memang terkenal ulet, tangguh dan pantang menyerah dalam segala hal, termasuk bertani. Ini harus kita contoh,” tegasnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pemkab Enrekang dan petani bawang merah. “Kita ini kagum dengan Sulawesi Selatan, karena produksinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Enrekang, tapi bisa menyuplai Kalimantan dan Pulau Jawa, bahkan saya mengalami sendiri, kalau beberapa tahun yang lalu Enrekang sudah mengespor bawang merah,” tuturnya.

Tommy mengajak masyarakat Enrekang untuk bangga bertani, dan bersiap-siap dikunjungi banyak wisatawan, karena wisata malam yang menyuguhkan pemandangan lampu perangkap dan pengusir hama (light trap) pada pertanaman bawang merah yang menyala di malam hari itu sedang viral.

“Ayo datang ke sini, habiskan malam anda bersama dengan keluarga atau orang-orang tercinta. Kami percaya, menikmati Enrekang di malam hari itu membawa cerita tersendiri. Ini unik, desa di siang hari, namun malamnya seperti berada di kota besar dengan gemerlapnya lampu di sepanjang mata memandang,” tutur Tommy.

Data produksi Kementan tahun 2020, Kabupaten Enrekang tercatat menempati posisi kelima sebagai sentra produksi utama, mengungguli Kabupaten Probolinggo-Jatim yang berada di urutan keenam, Demak-Jateng di urutan ketujuh, Bandung-Jabar di urutan kedelapan dan Bantaeng-Sulsel yang masih bertengger di urutan ke-24 secara nasional.

Dalam tabel data produksi, luas panen dan produktivitas Kementan, Kabupaten Enrekang mencatatkan luasan panennya mencapai 9.565 (Ha) dengan provitas 10,76 ha/ton sehingga total produktifitasnya secara keseluruhan di tahun 2020 mencapai 102.873 ton.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018