Friday, 18 June 2021


Merasakan Terbang dengan Parasut?

21 May 2021, 20:25 WIBEditor : Ahmad Soim

olahraga parahlayang | Sumber Foto:Repro/Suriadhy

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Bagaimana rasanya terbang dengan menggukan sayap kain atau parasut?

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati H Dollah Mando dan Wakil Bupati Mahmud Yusuf tengah membangun lapangan olahraga paralayang atau olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain alias parasut.

Menurut Kepala Dinas Porabudpar Sidrap, Andi Anis Dachlan, pembangunan lapangan olahraga paralayang tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Besok in sya Allah kami bersama tim dari Lanud Sultan Hasanuddin sudah akan melakukan survei lokasi, letaknya ada di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu atau barat Sidrap, dimana landasan terbang dan pendaratan paralayang dan gantole-nya akan terintegrasi dengan destinasi Wisata PLTB Sidrap," kata Anis via selulernya, Jumat, 20 Mei 2021.

BACA JUGA:

Menurutnya, paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi ataupun kompetisi. Adapun induk dari organisasi olahraga itu adalah PLGI atau Persatuan Layang Gantung Indonesia, "Sedangkan PLGI sendiri di bawah nanungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia)," terangnya.

Anis melanjutkan, olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift).

Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Menurutnya, olahraga paralayang saat ini, tengah digandrungi masyarakat. Paralayang merupakan sebuah cabang olahraga profesional, namun di sisi lain dapat menjelma menjadi sebuah olahraga huburan yang menyenangkan.

"Nah, itu yang coba kita hadirkan di daerah kita tercinta Bumi Nene Mallomo ini,"akunya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018