Friday, 18 June 2021


Haikal Mencoba Menjalankan Wisata Pemancingan

07 Jun 2021, 15:45 WIBEditor : Ahmad Soim

Wisata pemancingan | Sumber Foto:Suriady

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Memancing tidak selalu harus menghabiskan waktu, karena bisa menjadi alternatif pengganti olahraga, wisata, menyalurkan hobi, bahkan sebaagai wahana silaturahmi. Tempat pemancingan juga bisa sebagai media untuk meningkatkan produktivitas, tempat rekreasi dengan konsep 'green fishing' yang asri, hijau dan menghadirkan kebahagiaan dan kepuasan dalam memancing.

Muhammad Haikal (21) tamatan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Baranti Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan  membuka usaha tempat wisata pemancingan dengan konsep green fishing yang terletak di perbatasan Sidrap - Pinrang (Baranti - Aressie).

Wisata pemancingan Haikal menerapkan sistem dan aturan main untuk pengunjung yang ingin memancing. "Untuk biaya masuk ke lokasi wisata pemancingan Haikal tidak dikenakan biaya alias gratis namun sistem yang diberlakukan yakni ikan yang didapat untuk dibawa pulang ditimbang dengan rincian harga untuk ikan mas : 35.000/kg, ikan nila/ : 30.000/kg, ikan bawal : 30.000/kg dan ikan tawas : 30.000/kg," ujar Haikal.

Saat Reporter tabloidsinartani.com mengunjungi wisata pemancingan miliknya, Haikal mengatakan bahwa "sebenarnya yang kami jadikan tempat wisata pemancingan ini dulunya adalah lahan persawahan milik orang tua kami, tapi karena lahan persawahan ini tidak produktif apalagi ketika musim panen terkadang tidak bisa dipanen memakai combain atau doser padi," kata Haikal.

BACA JUGA:

Haikal melanjutkan, berasal dari situlah ide, gagasan dan pemikiran yang muncul agar bagaimana lahan yang kami miliki dapat berfungsi dengan baik dan dapat menghasilkan," lanjut Haikal.

Luas lahan milik Haikal 1  ha dialih fungsikan menjadi kolam ikan dengan jumlah 3 kolam. "Awalnya kolam pemancingan ikan ini mulai kami buka sejak tahun 2004 dengan 3 kolam ikan yang ukurannya berbeda, dan adapun jenis ikan yang ada di kolam kami seperti ikan mas, ikan nila, ikan bawal dan ikan tawas," ungkap Haikal.

Awalnya Ikan yang dipanen hanya dibagikan ke keluarga, namun seiring berjalannya waktu dengan melihat market dari banyaknya masyarakat sekitar yang hobi memancing muncullah ide dan pemikiran untuk membuka wisata pemancingan," kata Haikal.

Kolam ikan yang semula untuk meringankan pekerjaan orang tua kini menjadi tempat wisata pemancingan yang ramai dikunjungi orang dari berbagai wilayah untuk sekedar menyalurkan hobinya, untuk mengisi waktu luang, untuk menikmati hari libur, ada juga datang memang untuk memperoleh ikan dari memancing.

Haikal mengatakan bahwa "yang datang berkunjung ada yang datang bersama teman-temannya, ada yang membawa keluarga, ada yang bersama relasi kerja, ada yang datang bersama anak dan istrinya.

"Untuk sekarang ini pemancingan kami baru menyediakan kolam dan belum memiliki fasilitas yang memadai dan mendukung, tapi in sha Allah pelan-pelan kami akan menyediakan fasilitas yang di butuhkan demi kenyamanan pengunjung,"tutup Haikal.

Salah satu pengunjung yang datang bersama rekan-rekannya, Syarif mengatakan bahwa kami datang untuk menyalurkan hobi, refresing dan silaturahmi dengan pengunjung lainnya yang datang juga  memancing.

"Sebenarnya saya dan teman-teman sering ke wisata pemancingan milik Haikal karena suasananya enak, nyaman dan asri karena dipinggir kolam terdapat pohon kelapa yang membuat suasana sejuk dan asri,"kata Syarif.

____

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018