Sunday, 24 October 2021


Wisata Edukasi Kebun Buah di Padang Tiji

19 Jun 2021, 07:21 WIBEditor : Ahmad Soim

Wisata edukasi kebun buah | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Afzal giat berkebun buah dan membangunnya menjadi wisata edukasi. Pria berpendidikan Sarjana Hukum (SH) ini tinggal di di Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh tahun 2001 ini mulai bertani sejak lima tahun lalu. 

Dikebunnya seluas 15 hektar terbagi dua site. Ada berbagai macam jenis dan jumlah tanaman, seperti jambu madu 400 batang, jeruk dekopon 500, jambu 30, mangga 75, jambu kristal 400, durian 70, rambutan 300, klengkeng 40, jambu 30, jeruk giri 70 dan jamaika 60 batang serta banyak lagi tanaman keras lainnya. 

Tanaman tahunan tersebut dibentuk berdasarkan kluster, sehingga menggoda setiap mata pengunjung yang meliriknya. 

Lahannya ditata indah bak taman mini Mekarsari saja. Letaknya pun sangat strategis, kalau dari Banda Aceh sebelum pasar Padang Tiji di Gampong Masjid Tuha, kemukiman Tanjong.

Pria energik berusia 45 tahun dan ayah dari dua anak ini mengaku belum bernuansa Agro Techno Park, namun dia berharap teknologinya dapat diadop dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian.

BACA JUGA:

Tujuan membangun kebun yang terintegrasi dengan arena bermain untuk menjadi ajang wisata dan edukasi. "Selain itu sebagai destinasi tujuan wisata baru berbasis komoditas pertanian di Kabupaten Pidie," tambahnya.

Jadi tidak hanya bagi anak-anak dan milenal yang berkunjung ke sini, tapi juga terdiri semua lapisan masyarakat. Selama ini ada juga yang datang khusus untuk membeli buah dikebunnya.

Dalam waktu dekat, Ia berencana membangun beberapa unit kolam mandi bola sebagai area bermain anak- anak. "Selain itu juga mempersiapkan kolam ikan untuk wisata pemancingan," ujarnya promosi.

Afzal selaku pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, tinggal di Banda Aceh. Dirinya juga memiliki usaha  pengrajin asesoris dari berbagai jenis batu. 

Sementara bibit tanaman di kebunya dipesan khusus dari Riau. Rata - rata tanaman dalam kebun sudah berumur empat tahun. Beberapa pohon sudah menghasilkan buah, sedangkan rambutan tengah mengeluarkan bunga.

Hasil buah di kebunnya dijual ke Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh, bahkan ke Takengon. Kebutuhan buah untuk Aceh saat ini lumayan tinggi. Selama ini buah buahan yang beredar sebagian masih di pasok dari luar Aceh. 

"Apalagi kondisi Pandemi Covid 19, masyarakat perlu mengkonsumsi buah - buahan dalam jumlah banyak, " timpalnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018