Saturday, 23 October 2021


Kemenparekraf Gandeng Kementan Garap Kolabor Aksi Agrowisata

18 Jul 2021, 10:02 WIBEditor : Yulianto

Agrowisata Situ Bolang di Indramayu | Sumber Foto:Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Terobosan Kementerian Pertanian memperkuat perekonomian dengan mendorong pengembangan agrowisata sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dikomandoi Sandiaga Uno. Bahkan Kemenparekraf mengajakan Kementan bersama-sama menggerakkan program Kolabor Aksi Agrowisata.

sandiaga uno

Menparekraf Sandiaga Uno menuturkan, pihaknya saat ini tengah mendorong pengembangan atraksi wisata berbasis pertanian seperti agrowisata. Program yang dinamakan Kolabor Aksi, tidak hanya berkolaborasi, tapi langsung mengambil aksi ini yang ingin dilakukan agar bisa  mencapai pembangunan yang menyejahterakan petani dan masyarakat.

“Sehingga yang terjadi Desa membangun Indonesia, bukan Indonesia membangun Desa,” kata Sandiaga saat bertemu secara virtual dengan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Kementerian Pertanian yang digelar Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN ) RI belum lama ini.

Saat ini Kemenparekraf sedang menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan orientasi yaitu ramah lingkungan. Bahkan menurut Sandiaga, pembangunan kepariwisataan akan menjadi instrumen strategis yang berdampak ganda cukup luas.

“Dimana ada pariwisata disitu ada lapangan kerja, ada produk ekonomi kreatif. Setiap orang berwisata orang perlu makan, kuliner, ingin fashion setempat, membeli busana daerah yang dikunjungi, cindera mata, kria. Inilah bagian dari pariwisata yang berkualitas dengan multiplier effect yang cukup luas,” tuturnya.

Menurutnya, suistanable tourism and neutral carbon destination menjadi pilar pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu neutral carbon 2060 dengan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dan destinasi berkelanjutan. Diharapkan dapat mendorong pengelolaan limbah, energi, air dan energi terbarukan disetiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif terutama di 1500 desa wisata yang kini ada.

“Kami berharap ini bisa menyerap dan mengembangkan sumberdaya yang dimiliki bangsa ini, termasuk produk pertanian yang sungguh kaya yang banyak terpusat didesa – desa wisata,” ucapnya.

Sandiaga menegaskan, sektor pertanian adalah sektor yang bertumbuh justru pada saat pandemi. Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor ini. Untuk itu Ia menekankan agar pemimpin menggunakan pilar inovasi, adaptasi dan kolaborasi terutama di era pandemi ini untuk bisa bangkit.

Seperti diketahui dalam kesempatan mengunjungi sebuah lokasi Agrowisata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan akan memperkuat kerjasama lintas Kementerian untuk menciptakan kawasan agrowisata menjadi icon baru disektor pertanian dan pariwisata. 

Sebagai informasi PKN Tingkat II Angkatan XVIII ini dimulai pada 6 Juli hingga 4 November 2021, diikuti 60 orang peserta. Di antaranya dari Kementan sebanyak 42 orang, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi 1 orang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 1 orang, Kementerian Perindustrian 2 orang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 1 orang, Polri 6 orang dan perwakilan dari beberapa pemerintah daerah tingkat kabupaten sebanyak 7 orang.

Dalam laporannya saat pembukaan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap pelatihan ini menghasilkan alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu menunjukan kemampuan untuk membentuk kepemimpinan strategis. Terutama dalam rangka menghadapi dinamika lingkungan organisasi dan mendorong perubahan organisasi yang berdampak bagi organisasi sesuai dengan tanggung jawab instansinya.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018