Thursday, 18 August 2022


Agrowisata Gerbas Tani, Angkat Ekonomi Petani Lumajang

04 Aug 2022, 10:28 WIBEditor : Yulianto

Agrowisata Gerbas Tani Lumajang | Sumber Foto:Malul Akbar

TABLOIDSINARTANI.COM, Lumajang---Agrowisata Gerbas Tani kini menjadi lokasi wisata alternatif di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Berawal dari upaya mengangkat harga sayuran hasil panen petani, kini wisata persawahan itu memberi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal.

Gerbas Tani merupakan singkatan Gerakan Belanja Sayur di Lahan Petani. Salah satu inisiatornya adalah Heru Afandi. Pemuda tani yang sekaligus penyuluh pertanian THL TBPP mengatakan, tujuan gerbas tani adalah meningkatkan perekonomian petani.

Heru bercerita, agrowisata Gerbas Tani ini berawal lima tahun yang lalu saat harga hasil panen petani jatuh. Untuk membantu penjualan, para pemuda tani di Desa Kedungrejo membuat tenda seadanya di pinggir jalan persawahan. Mereka menawarkan kegiatan wisata petik buah tomat, sehingga petani dapat menikmati harga yang relatif baik dari pada dijual ke pedagang.

Namun tak disangka, wisata petik buah tomat semakin berkembang. Bahkan kini  promosinya telah berbasis daring di media sosial dan melalui aplikasi Whatsapp (WA). Di tahun 2018 para pemuda tani ini membuka kerjasama dengan sekolah TK dan SD untuk panen buah tomat sebagai bentuk wisata edukasi untuk pendidikan anak bidang pertanian.

Melalui berbagai diskusi untuk pengembangan yang lebih luas dan terencana, kemudian disepakati dibuat taman bunga agar lebih menarik pengunjung dari luar Kecamatan Rowokangkung. Taman bunga refugia menjadi pilihan karena memiliki corak dan warna yang beraneka, serta bermanfaat meningkatkan populasi musuh alami sehingga kemampuan  menekan hama juga meningkat.

Adanya refugia juga membantu menjaga kelembapan tanah. Jenis bunga refugia yang ditanam antara lain Marigold, Cengger Ayam, Bulu Ayam, Kenikir, dan lain sebagainya.

Bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Kedungrejo, kemudian dibuat agrowisata di lahan persawahan seluas 2 ha. Lahan tersebut ditanami bunga seluas 0,2 ha, sisanya ditanami tomat, brokoli, jagung manis, cabai, terong, sawi daging, sawi daun, kacang panjang, buncis, bawang merah serta bawang daun.

Selain penataan tanaman bunga dan sayuran, agrowisata juga dilengkapi dengan spot selfie bertempat ditaman bunga dan pematang yang dilengkapi tanaman sayur labu-labuan. “Warga desa khususnya di sektor pertanian juga ikut mengembangkan UKM desa melalui stan kuliner dalam kegiatan Gerbas Tani,” ujar Heru sekaligus Ketua Gerbas Tani.

Desa Kedungrejo Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang memiliki areal sawah 253 ha yang terbagi dalam 8 kelompok tani. Pada umumnya komoditi pertanian Desa Kedungrejo adalah padi, jagung, hortikultura dan tebu.

Heru menambahkan, pada tahun 2021 Agrowisata Gerbas Tani dikunjungi sekitar 20 ribu lebih pengunjung. Tahun 2022 ini Gebyar Gerbas Tani telah digelar pada 23-25 Juli yang secara seremonial dibuka Bupati Kabupaten Lumajang.

Kepala Desa Kedungrejo, Hariyanto mengatakan, kegiatan Gebyar Agrowisata Gerbas Tani berjalan sukses dan dikunjungi wisatawan dari luar desa serta luar kabupaten Lumajang. “Semoga pada tahun yang akan datang lebih meriah lagi melalui berbagai inovasi tanaman baru dan rencana lain yang akan dihadirkan lebih menarik,” harapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, masa depan tonggak pertanian dan saat ini ada di tangan anak muda. “Pertanian adalah sebuah masa depan yang pasti dibutuhkan, selama manusia hidup selama itu pula pertanian menjadi suatu kebutuhan. Pertanian adalah masa depan untuk memimpin pembangunan pertanian Indonesia,” ujar Dedi.

Reporter : Malul Akbar/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018