Senin, 04 Desember 2023


Nuansa Café, di Kebun Anggur Firizco Bandung Barat

20 Nov 2023, 16:37 WIBEditor : Yulianto

Kebun anggur Firizco di Bandung Barat | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Budidaya anggur memberikan daya tarik tersendiri sebagai usaha yang menguntungkan. Apalagi lokasi kebun anggur tersebut dipadukan dengan café, sehingga dapat menjadi lokasi agrowisata bagi masyarakat.

Konsep inilah yang dilakukan Muhammad Daffa Bagaskara yang kini mengelola Kebun Anggur Firizco. Lokasi budidaya anggur berkonsep agrowisata ini terletak di Pamoyanan Wetan, Kecamatan Cisarua, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat.  “Bertanam anggur itu sangatlah menarik,” ujar Pria yang baru berusia 24 tahun yang memiliki lahan anggur seluas 1.000 meter persegi dan terbagi beberapa klaster varietas.

Daffa yang kini masih kuliah di salah satu Universitas Negeri ini menceritakan, beberapa tahun lalu orang tuanya mencoba menanam pohon tin. Namun, ketika tanaman belum berkembang baik, harga buah tin justru jatuh.

Dari kegagalan itu, ia mendapatkan saran agar mencoba menanam anggur dari seorang penggiat tanaman anggur yakni Tosan Aji, Ketua Asosiasi Petani Anggur Indonesia (ASPAI). Sejak itu, Daffa mulai serius menekuni budidaya anggur. Selama 1 tahun menggeluti usaha budidaya anggur, ternyata omsetnya sangat menggiurkan.

"Kami jual bibit kepada antar anggota penggiat dan komunitas anggur saja itu bisa 1.000 pohon per bulan, 1 pohon dengan standar diatas 60 cm itu harganya Rp.125 ribu. Jadi rata-rata Rp 125 jutaan lah,” tuturnya.

Selain menjual bibit, dengan bendera Firizco Farm, Daffa juga berkreasi dengan menghasilkan tanaman anggur dalam pot yang sudah berbuah (tabulampot) yang sangat menarik dan indah. Harga tabulampot tersebut dibandrol hingga Rp 1-3 juta.

”Semua tergantung dari ukurannya,” ujarnya Daffa singkat saat meresmikan dan sekaligus panen perdana kebun Anggur Firizco yang dihadiri Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, Sabtu (18/11).

Dengan lahan yang cukup luas hingga 1.000 meter persegi, Daffa membuat agro eduwisata. Jadi bagi para pengunjung bisa berwisata petik buah. Bahkan sebulan sebelum kebun anggur Firizco dibuka secara resmi, menurutnya, masyarakat sudah antusias mengunjungi. “Saya perkirakan sudah terpetik sekitar 5 kuintal dengan harga bervariasi antara 150 ribu – 300 ribu tergantung variannya,” katanya.

Saat meresmikan dan sekaligus panen perdana kebun Anggur Firizco di Kab. Bandung Barat, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman tak menampik jika panen anggur kali ini adalah bukti kebangkitan anggur Indonesia sebuah keniscayaan.

"Hari ini kita yakin bahwa anggur Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita harus sampaikan kepada dunia, bahwa anggur Indonesia kedepannya mampu bersaing dengan anggur manapun yang ada di kolong langit ini. Kita akan terus menumbuhkan anggur-anggur nusantara terbaik, dan nantinya anggur impor hanyalah masa lalu, anggur ekspor adalah masa depan,” tuturnya.

Produksi Meningkat

Berdasarkan data Badan Statistik Pertanian (BPS) dalam tiga tahun terakhir produksi anggur Indonesia terus meningkat. Pada Tahun 2020 produksi tercatat 11.905 ton, Tahun 2021 meningkat 12.163 ton dan Tahun 2022 meningkat lagi mencapai 13.515 ton.

Namun produksi tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Sebagian besar masih tergantung impor. Angka impor anggur tiga tahun terakhir juga terus meningkat dengan  volume Tahun 2020 sebesar 83.044 ton senilai 273,27 juta dollar AS,  Tahun 2021 sebesar 98.278 ton senilai 315,27 juta dollar AS dan Tahun 2022 impor anggur mencapai 101.899 ton senilai 330,41 juta dollar AS.

Angka ini sangat besar baik dari sisi volume maupun nilai. Karena itu, Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Direktorat Buah dan Florikultura bersama dengan Asosiasi Pengggiat Anggur Indonesia (ASPAI) menargetkan penurunan angka impor sebesar 20 persen pada Tahun 2030.

Kondisi ini akan terwujud dengan dukungan dan sinergi dari seluruh stakeholder untuk membangun anggur nasional, baik petani maupun pelaku usaha, para penggiat anggur, Kementerian/Lembaga, Pemda Provinsi dan Kabupaten, praktisi, akademisi, peneliti dan pihak-pihak lainnya.

Pada acara pembukaan Kebun Anggur Firizco ini sekaligus dilakukan sosialisasi dalam mewujudkan komitmen tersebut. Acara dihadiri Kepala Dinas Pertanian Bandung Barat, Kepala Dinas Pariwisata Bandung Barat, 12 DPD ASPAI (DKI, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Kota Bogor, Kab. Bekasi, Kota Depok, Ka. Bandung, Kab. Purwakarta, Kab. Cirebon, Kab. Subang, Kab. Sumedang dan Kab. Garut), para penggiat dan komunitas anggur, pensiunan serta masyarakat sekitar.

Budidaya anggur adalah prospek yang sangat menjanjikan bila ditangani dengan serius, sehingga menanam anggur bukan hanya sekedar hobi, tapi dapat menjadi sumber pendapatan utama. Bahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa pertanian adalah sektor andalan, sehingga harusnya kita bangga saat bertani.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018