
Kebbun Anggur Firizco di Bandung, Jawa Barat
TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung-- Kebun Anggur Firizco di Pamoyanan Wetan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kini dikenal sebagai salah satu destinasi eduwisata anggur modern yang menggabungkan pertanian, pendidikan, dan pariwisata.
Tidak hanya menawarkan keindahan kebun anggur, Firizco hadir sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat yang ingin mengenal dunia budidaya anggur secara langsung.
Eduwisata ini dikelola Muhammad Daffa Bagaskara, pemuda berusia 26 tahun yang memilih menekuni pertanian modern. Kebun tersebut awalnya merupakan kebun keluarga dengan komoditas buah tin.
Namun, sejak pandemi dan memasuki 2021, permintaan buah tin terus menurun sehingga produktivitas kebun ikut terdampak. Kondisi tersebut mendorong keluarga Daffa untuk beralih ke komoditas yang memiliki peluang pasar lebih luas.

Perubahan arah kebun dimulai pada 2022 setelah Daffa mendapatkan pendampingan dari penggiat anggur Tosan Aji. Seluruh tanaman tin dicabut dan lahan disiapkan ulang untuk budidaya anggur.
Proses alih fungsi lahan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari land clearing hingga penataan ulang lahan. Setahun kemudian, kebun tersebut resmi dibuka dengan nama Kebun Anggur Firizco dan mengusung konsep agro-eduwisata.
Konsep eduwisata menjadi ciri utama Firizco. Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati suasana kebun, tetapi juga mendapatkan edukasi seputar anggur, mulai dari pengenalan varietas, teknik penanaman, perawatan, pemangkasan, hingga pengendalian hama.

Seluruh proses budidaya dapat disaksikan langsung di lapangan, sehingga memberikan pengalaman belajar yang praktis dan mudah dipahami.
“Kami ingin kebun ini menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Edukasi tidak harus kaku, tapi bisa dikemas melalui wisata,” ujar Daffa.
Kebun Anggur Firizco berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Meski kondisi ini membuat pertumbuhan anggur tidak secepat di dataran rendah, pengelolaan yang disiplin membuat tanaman tetap produktif.

Greenhouse yang dibangun di area kebun juga berfungsi menjaga kualitas tanaman serta melindungi buah dari gangguan hama.
Salah satu daya tarik visual Firizco adalah deretan pohon anggur yang tumbuh lebat dan menggantung di atas area kafe. Pemandangan ini menjadi ikon tersendiri dan sering dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto.
Kehadiran kafe di dalam kawasan kebun juga membuat pengunjung dapat bersantai sambil menikmati suasana hijau kebun anggur.
Saat ini, Firizco mengoleksi sekitar 100 varietas anggur. Sebagian besar digunakan untuk perbibitan, sementara sekitar 20 varietas telah berproduksi secara rutin. Beberapa varietas lokal unggulan bahkan sedang dalam proses pendaftaran resmi.

Keberagaman varietas ini menjadikan Firizco sebagai laboratorium terbuka bagi pengunjung yang ingin mengenal karakter anggur secara lebih mendalam.
Wisata petik anggur menjadi salah satu program favorit. Pengunjung dapat memetik langsung buah anggur segar dari pohonnya dan menikmatinya di lokasi. Harga anggur petik dibanderol Rp150.000 per kilogram. Seluruh hasil panen dipasarkan langsung kepada pengunjung, sehingga konsep eduwisata berjalan seiring dengan pemasaran hasil kebun.
Setiap kali panen, produksi dapat mencapai lebih dari dua ton anggur. Selain buah segar, Firizco juga mulai mengembangkan produk olahan seperti jus anggur, serta merencanakan pengembangan produk turunan lain dari daun dan bagian tanaman anggur.
Sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, Firizco juga menyediakan penjualan bibit anggur. Bibit dapat ditanam di pot maupun lahan terbatas, sehingga cocok untuk masyarakat perkotaan. Setiap bibit dilengkapi dengan panduan perawatan berbasis barcode, sehingga pembeli tetap mendapatkan pendampingan setelah membawa pulang tanaman.

Tidak hanya melayani wisata umum, Kebun Anggur Firizco rutin menjadi lokasi pelatihan dan kunjungan edukatif. Sekolah, komunitas, kelompok tani, hingga calon pensiunan kerap mengikuti program belajar di kebun ini. Hingga kini, lebih dari 5.000 peserta tercatat telah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan di Firizco.
Keberadaan Firizco mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan asosiasi penggiat anggur. Eduwisata seperti Firizco dinilai mampu menjadi jembatan antara dunia pertanian dan masyarakat luas, sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Daffa berharap Kebun Anggur Firizco dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi anggur di Jawa Barat. Menurutnya, eduwisata pertanian bukan hanya soal wisata, tetapi juga sarana membangun kemandirian pangan dan ekonomi lokal.