
Agrowisata menyatu dengan alam menjadi pilihan mengisi libur lebaran
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---“Libur telah tiba, libur telah tiba. Hore, Hore, Hore… Simpanlah tas dan bukumu.. Lupakan keluh kesahmu… Libur telah tiba, libur telah tiba. Hatiku gembira…” Lirik lagu Libur Telah Tiba milik Tasya Kamila yang dirilis tahun 2000 biasanya hits menjelang liburan tiba, termasuk akhir tahun.
Pada masa liburan, apalagi akhir tahun, banyak keluarga, khususnya yang tinggal di perkotaan yang menyiapkan waktunya untuk berlibur ke berbagai destinasi wisata. Menghilangkan penat dari kesibukan bekerja, membawa anak-abak berlibur akan memberikan semangat baru memasuki tahun baru.
Banyak pilihan lokasi tempat liburan. Umumnya yang menjadi target lokasi adalah kota-kota yang memang sudah cukup dikenal menyajikan tempat liburan. Seperti dikutip dari Kompas.com, RedDoorz merilis hasil survei konsumen bertema “Domestik vs Internasional” yang mencerminkan perubahan preferensi wisatawan Indonesia. Survei terhadap 307 responden mencatat bahwa 84 persen masyarakat sudah merencanakan libur akhir tahun.
Menurut Public Relations Manager RedDoorz, Devi Febrian, momen ini tetap menjadi periode penting bagi mayoritas wisatawan. Hasil survei menunjukkan perjalanan domestik masih menjadi pilihan utama, dipilih oleh 86,6 persen responden. Angka itu, jauh lebih besar dibandingkan perjalanan internasional yang hanya 13,4 persen.
Alasan wisata dalam negeri karena dinilai lebih terjangkau, praktis, serta mudah diatur karena jarak perjalanan yang lebih singkat. Selain itu, kemudahan mendapatkan promo penerbangan dan beragamnya pilihan akomodasi dengan harga ramah kantong turut memperkuat minat wisatawan.
Kota mana saja yang menjadi pilihan wisatawan domestik? Yogyakarta menjadi favorit wisatawan untuk mengisi liburan akhir tahun. Kota Gudeg ini bukan cuma menawarkan wisata budaya seperti Keraton dan Candi Prambanan, tapi juga surga buat pencinta kuliner dan pecinta seni.
Kemudian disusul Bandung. Bandung itu destinasi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Udara sejuk, banyak factory outlet, serta tempat ngopi estetik tersebar di mana-mana. Belum lagi Lembang dan Ciwidey yang menawarkan alam yang menyejukkan mata dan hati.
Bali. Siapa yang tak kenal wisata di Pulau Dewata ini? Di Bali banyak kota yang menyajikan berbagai wisata budaya dalam alam seperti Denpasar, Ubud, dan Kuta. Tiap daerahnya punya keunikan tersendiri. Selain bersantai di pantai, eksplorasi budaya lokal, atau sekadar healing di kafe pinggir sawah.
Keempat adalah Ibukkota Jakarta. Mungkin bagi warga DKI Jakarta, wisata di tempat tinggal sendiri akan kurang memberikan sensasi. Tapi bagi warga yang tinggal di luar DKI Jakarta, berkunjung ke Ibu kota negara memberikan pengalaman lain, khususnya bagi anak-anak yang masih sekolah.
Survei RedDoorz, juga mengungkap sejumlah alasan mengapa wisatawan memilih perjalanan domestik. Dari mulai keinginan mengeksplorasi pengalaman baru hingga mengikuti tren perjalanan yang berkembang di media sosial.
Menyatu dengan Alam
Dari banyak pilihan wisata saat liburan, berkunjung ke kawasan agrowisata akan memberikan sensasi tersendiri. Menyatu dengan alam, selain memberikan kesenangan juga dampak edukasi bagi anak-anak akan sangat besar.
Daya tarik yang disuguhkan anatar lain, pemandangan kawasan pertanian, kegiatan pertanian seperti persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan sampai pengolahan hasil panen, serta mempelajari adat maupun kebudayaan lokal di sekitar lokasi pertanian.
Umumnya lokasi agrowisata berada di wilayah yang udaranya sejuk, seperti di Lembang dan Ciwidey (Bandung), Puncak (Bogor dan Cianjur), Magelang, Wonosobo, Malang dan wilayah lainnya. Meski tak semua lokasi agrowisata berada di wilayah yang iklim sejuk, tetap memberikan sensasi sendiri.
Sebut saja, agrowisata Subak di Bali. Salah satunya Subak Bengkel. Dengan luas 335 ha dan 1,63 hektar sebagai “demonstration site,” Subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda ini telah berkontribusi dalam produksi padi organik dengan varietas mentik susu.
Selain agrowisata pertanian Subak, ada satu lokasi agrowisata yang patut dikunjungi yakni wisata memetik salak di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Jika wisatawan berjalan-jalan di pedesaan Sibetan ini, di kiri-kanan jalan akan mudah ditemui kebun salak. Di desa tersebut ada namanya Pemukuran Hill, sebuah kawasan perbukitan yang menjadi incaran spot foto.
Selain Bali, kota favorit menjadi kunjungan wisata saat akhir tahun adalah Yogyakarta. Selain menyajikan wisata budaya, DI Yogyakarta banyak terdapat wisata alam, termasuk wisata lav gunung merapi dan juga wisata pantai Parang Teritis.
Ada satu wisata alam yang juga bisa menjadi pilihan yakni berkunjung ke Desa Pentingsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Desa yang berada di Lereng Gunung Merapi tersebut sebelumnya adalah desa miskin, tapi kini telah bertransformasi menjadi desa wisata yang diakui dunia.
Destinasi wisata berbasis komunitas kini ramai dikunjungi ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Reputasi Desa Wisata Pentingsari diakui internasional. Pada 2011, desa ini meraih penghargaan "Best Practise of Tourism Ethics at Local Level" dari WCTE-UNWTO. Keberlanjutan pengelolaan wisata diakui dengan Green Bronze Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA) kategori Benefit Economic (2017) dan Green Destination Award Top 100 di Belanda (2019).
Banyak lokasi agrowisata yang kini tumbuh di dalam negeri dan menjadi pilihan selama liburan akhir tahun. Pastinya, liburan ke agrowisata akan memberikan edukasi pada anak-anak. Berlibur sambil belajar. Selamat Tahun Baru 2026.