Minggu, 20 Oktober 2019


Udang Jerbung, Harapan Ekspor Terbaru dari Pembudidaya

30 Sep 2019, 18:39 WIBEditor : Gesha

Direktur Budidaya Perikanan, Slamet Soebjakto memperlihatkan udang jerbung yang baru dipanen | Sumber Foto:HUMAS BUDIDAYA PERIKANAN

TABOIDSINARTANI.COM, Gresik --- Udang jerbung atau udang merguensis merupakan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia. Hal itu dikarenakan, ketersediaan induk ada di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan dilakukan pengembangan. 

"Selain merupakan jenis udang lokal asli Indonesia. Secara teknis, komoditas ini mempunyai potensi ekonomi yang lebih menguntungkan. Karena, biaya produksi usaha lebih efisien, udang jerbung juga tahan terhadap penyakit," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada saat melakukan kunjungan kerja di lokasi budidaya udang merguensis milik Pokdakan Windu Rejo di Kecamatan Sidayu Gresik, Senin (30/9).

Menurut Slamet, budidaya udang Jerbung sudah mulai memasyarakat.Oleh karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan budidaya udang merguensis ini di berbagai daerah di Indonesia.

"Salah satu upayanya yakni dengan memberikan bantuan dan pendampingan kepada pembudidaya. Ke depannya, udang jerbung ini nantinya bisa menjadi pilihan budidaya masyarakat," jelas Slamet.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara telah berhasil menginisisasi program pemuliaan buatan (seleksi breeding) untuk penyediaan stok benih udang jerbung bermutu bagi pembudidaya.

Program ini menghasilkan induk unggul jerbung dengan status Specific Pathogen Free (SPF), pertumbuhan cepat dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan. Keberhasilan seleksi breeding tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan induk hasil tangkapan di alam, serta mengurangi resiko penyakit.

“Saat ini KKP sedang melakukan uji multi lokasi untuk melihat performance yang dihasilkan untuk selanjutnya dapat kita tingkatkan kualitas benih, penyiapan induk hingga ke sistem pembudidayaan yang paling tepat," kata Slamet.

Selain di Gresik, lokasi percontohan budidaya udang jerbung telah dilakukan di Pemalang, Brebes, Demak. Sejumlah pembudidaya tersebut mendapat pembinaan langsung dari BBPBAP Jepara bekerjasama dengan penyuluh dan dinas perikanan setempat.

“Keberhasilan teman-teman BBPBAP Jepara patut diberikan apresiasi karena dapat mengangkat kekayaan alam asli Indonesia serta menumbuhkan diversifikasi usaha khususnya untuk komoditas udang," ujarnya.

Udang merguensis atau di pasar ekspor dikenal dengan sebutan banana shrimp ini banyak disukai konsumen khususnya Jepang. Selain citarasa yang lezat, konsumen Jepang juga menyukai warna udang Jerbung yang cenderung lebih merah apabila dimasak.

Budidaya Ektensif

Menurut Slamet, ketergantungan udang jerbung terhadap pakan alami sangat tinggi. Sehingga, udang ini cocok untuk sistem budidaya ekstensif. Sistem budidaya ini dapat mendorong pemanfaatan lahan idle tradisional plus sampai dengan semi intensif maupun sebagai ekstensifikasi lahan yang sudah berjalan.

"Ke depan, perbanyakan benih akan dibentuk pola melalui naupli center per komoditas. Pembudidaya akan kita fokuskan ke pembesaran, sedangkan pengusaha besar yang akan mengindukan dengan induk yang unggul agar lebih terkontrol, " kata Slamet.

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Rahardjo mengatakan, hingga kini kapasitas produksi hatchery BBPBAP Jepara sebanyak 20 juta ekor benur per tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 juta diantaranya merupakan hasil dari induk yang bukan berasal dari tangkapan di alam.

“Proses domestikasi terus kami lakukan untuk dapat menjamin ketersediaan induk. Dengan proses biosekuriti yang terkontrol baik, kami dapat menghasilkan calon induk yang memiliki daya tahan tinggi serta menghasilkan benih bermutu,” jelasnya.

Sugeng juga mengatakan, BBPBAP Jepara saat ini telah berhasil mendapatkan induk Marguensis G3 melalui seleksi masal. Marguensis G3 ini memiliki tingkat keseragaman tinggi dengan mating rate 20-30 %.

"Karena itu, pada tahun 2020 kami akan fokus pada upaya breeding program melalui seleksi familiy. Tentunya dengan SOP yang lebih ketat. Kita optimis melalui upaya ini performanya semakin baik," pungkasnya. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018