Jumat, 06 Desember 2019


Kembangkan Industri Perikanan Budidaya, Agar Stakeholder Perikanan Sejahtera

18 Nov 2019, 16:02 WIBEditor : Gesha

Bangun industri perikanan budidaya agar pembudidaya sejahtera | Sumber Foto:HUMAS KKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Batam -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kurun lima tahun ke depan akan fokus menciptakan kesejahteraan bagi stakeholder baik pembudidaya ikan, nelayan, petambak garam, pemasar dan pengolah hasil perikanan. Guna mewujudkan hal tersebut, KKP juga bertekad menumbuhkembangkan industri perikanan budidaya dan membuka investasi seluas-luasnya untuk menyerap tenaga kerja.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, perikanan budidaya memiliki potensi nilai ekonomi luar biasa besar. Potensi ekonomi tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian nasional dan peningkatan struktur ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Karena itu, saya mengapresiasi kegiatan budidaya yang telah dilakukan masyarakat Batam. Saya sangat bahagia dan bangga tadi menyaksikan pembenihan kakap putih dan panen bawal bintang. Ikan yang tadinya ikan liar bisa dibudidayakan. Dan itu adalah ikan yang langka di pasaran,” papar Edhy Prabowo, di Batam (15/11).

Edhy Prabowo juga berpesan, agar  kegiatan budidaya dapat berlangsung lama, para pembudidaya  ikan harus mewaspadai kemungkinan masuknya penyakit.  Sebab, kegiatan budidaya tak hanya bermanfaat bagi perekonomian, tetapi kegiatan ini juga menyediakan pangan sehat bagi masyarakat. 

“Kami perkirakan, perikanan budidaya  akan menjadi tumpuan utama dalam penguatan ketahanan pangan nasional, utamanya dalam penyediaan sumber protein bagi masyarakat. Terlebih saat ini, visi Kabinet Indonesia Maju yakni menyiapkan SDM yang unggul, yang sudah barang tentu membutuhkan asupan gizi yang baik,” kata Edhy.

Menurut Edhy,  apabila usaha budidaya didorong, Indonesia bisa menjadi penyuplai bahan baku untuk industri perikanan dalam dan luar negeri. Hal itu dikarenakan, Indonesia masih memiliki peluang besar dalam mengembangkan akuakultur laut. “Saya juga berpesan agar masyarakat menjaga ekosistem mangrove karena di sanalah tempat berkembang biaknya ikan,” kata Edhy.

Manfaatkan BLU

Guna pengembangan usaha perikanan, pemerintah melalui KKP telah menyediakan bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) dengan bunga yang sangat rendah. 

“Untuk mendapatkan bantuan ini, tolong dikoordinir kepala-kepala daerah, kelompok-kelompok nelayan, petani, pembudidayanya baik itu ikan, rumput laut, maupun apa saja. Baik itu laut, payau, maupun perairan darat,”  kata Edhy Prabowo.

Menurut Edhy, bantuan permodalan tersebut tak hanya untuk pembudidaya, tapi bisa diakses oleh ibu-ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha di bidang kelautan dan perikanan, misalnya usaha kuliner ikan.  “Daerah tidak usah ragu, setiap saat silahkan berkomunikasi yang penting tajam usulannya. Kami akan dengar apa yang disarankan bapak ibu semua tapi harus ada feedback dan produktivitas tercipta,”  papar Edhy.

Edhy Prabowo juga mengatakan, akan terus membangun komunikasi dengan stakeholder perikanan dan sektor perikanan budidaya  sesuai amanat Presiden Jokowi.  Sehingga, KKP membuka jalur komunikasi yang seluas-luasnya dengan pelaku usaha untuk berdiskusi dan saling memberi masukan. 

Menurut Edhy, pihaknya telah menerima masukan terkait aturan ukuran minimal kepiting yang dapat diperjualbelikan terutama yang dihasilkan dari kegiatan budidaya.  “Akan sulit kepiting budidaya untuk mengikuti batas minimal 200 gram. Di wilayah Indonesia, beberapa kepiting besarnya hanya 50 gram sudah dimakan, kepiting soka misalnya. Kalau harus mengikuti aturan ini, berarti ada efek sektor lain yang mungkin mati,” pungkas Edhy.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018