Jumat, 06 Desember 2019


Menteri Edhy Terima Keluhan Nelayan Babel

18 Nov 2019, 16:06 WIBEditor : Gesha

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mendengarkan keluh kesah para nelayan di Bangka Belitung | Sumber Foto:HUMAS KKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangkal Pinang --- Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo terus menjaring masukan dari berbagai stakeholder kelautan dan perikanan. Kali ini, Edhy Prabowo bertandang langsung ke lokasi nelayan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (16/11) lalu.

Dalam lawatannya, Edhy Prabowo menerima mendengarkan langsung keluhan dan sejumlah nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Bangka Belitung (Babel). 

Nelayan di PPN Sungailiat, Asdar, misalnya menyampaikan keluhan terkait aktivitas pendangkalan (sedimentasi) pantai yang memakan banyak korban. “Saat ini juga masih ada kapal ikan asing yang mengambil hasil laut. Untuk itu,  kami meminta agar pemerintah dapat menindaknya lebih tegas lagi,” kata Asdar. 

Berbagai masukan diutarakan masyarakat nelayan seperti stok ikan yang berlebih, bantuan cold storage, pendangkalan muara sungai, izin usaha tambak yang berbenturan dengan lokasi pariwisata, hingga masalah penyuluh perikanan. "Tolong sampaikan semua uneg-unegnya. Biar kami catat langsung. Baru setelah ini saya akan melakukan banyak kegiatan. Banyak keputusan memang, keputusan terbaik adalah banyak mendengarkan suara nelayan, suara pelakunya langsung,”  kata Edhy Prabowo.

Salah satu pengolah ikan (UMKM), Siti Maimunah, mengeluhkan soal harga ikan yang tidak stabil. Sebab, di saat stok ikan melimpah, harga ikan di pasar mengalami penurunan drastis.

Dia berharap, agar  pemerintah menyediakan cold storage  di pelabuhan perikanan. “Kalau ikan banyak, harga jadi sangat murah. Kami membutuhkan freezer untuk menyetok ikan-ikan tersebut,” ujar Siti.

Dalam kesempatan tersebut, Edhy berjanji, untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut secara tuntas setelah melakukan kajian yang mempertimbangkan manfaat bagi seluruh stakeholder. “Saya tidak akan mengambil keputusan yang gegabah. Jadi ini salah satu langkah awal saya mendengarkan, untuk memahami permasalahan di lapangan. Kami serap dulu, lakukan kajian, lalu mengambil keputusan,”  papar Edhy.

Edhy juga mengatakan,  akan tetap melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal yang dinilai baik. Meskipun begitu, ia menekankan bahwa komunikasi dua arah dengan nelayan dan pembinaan untuk meningkatkan industri perikanan ke depan menjadi prioritasnya. 

"Pencurian ikan pasti akan kami tindak tegas. Kalau tenggelamkan kapal, kita juga bisa. Tapi bukan juga hanya itu. Selanjutnya apa? Yang terpenting adalah menyelesaikan urusan nelayan,” kata Edhy.

Dalam kunjungannya ke TPI Muara Sungai Baturusa, Edhy Prabowo juga mendapat keluhan dari seorang nelayan. Seorang nelayan tersebut meminta pemerintah agar semakin tegas menindak tegas pengguna alat tangkap trawl yang masih berkeliaran. 

"Mengapa pemerintah daerah tidak menindak tegas kapal trawl yang menggunakan alat tangkap itu? Padahal semua sudah diatur jelas di UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan," ujarnya.

 Edhy pun menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar aturan yang ada. Ia meminta waktu untuk mengkaji berbagai masukan yang diberikan para stakeholders sebelum membuat keputusan. "Yang melanggar akan kita tindak tegas. Kasih saya waktu untuk mempelajarinya dan membuat keputusan," tegas Edhy.

Senada dengan nelayan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, para nelayan di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah juga menyampaikan berbagai masukan. Salah satunya Suherman yang menyampaikan bahwa para nelayan mengalami kesulitan untuk mendapatkan solar sebagai bahan bakar kapalnya. 

Bahkan, Lahab, seorang Penyuluh Perikanan Bantu,  menyampaikan masukan terkait nasib para rekan seprofesinya yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Ia berharap agar nasib mereka diperhatikan seperti halnya penyuluh pertanian.

Edhy Prabowo pun merespon permintaan penyuluh perikanan. Bahkan, ia  mengatakan, peran penyuluh perikanan sangat penting. “Lima tahun saya mengawal penyuluh perikanan ini agar tetap dipertahankan. Sekarang saya menjadi menteri maka masalah ini pasti akan saya perhatikan,”  kata Edhy Prabowo.

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018