Sabtu, 14 Desember 2019


Atasi Stunting, KKP Makin Gencarkan Gemarikan

26 Nov 2019, 21:50 WIBEditor : Gesha

Menteri KP Edhy Prabowo bersama murid dari GIS dalam sosialisasi Gemarikan | Sumber Foto:HUMAS KKP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Kendati memiliki kekayaan laut yang luar biasa, hingga saat ini masyarakat masih menghadapi permasalahan gizi buruk dan stunting. Guna mengatasi masalah gizi buruk tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak henti-hentinya menggalakkan  kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menteri Kelautan dan Perikanan  Edhy Prabowo mengatakan, stunting tak hanya berpengaruh pada penurunan produktivitas. Stunting, juga berdampak pada penurunan kecerdasan dan mengakibatkan kerentanan terhadap penyakit. Sesuai Riset Kesehatan Dasar (2018) yang dilakukan Kementerian Kesehatan, salah satu permasalahan gizi di Indonesia yaitu pertumbuhan stunting/hambatan pertumbuhan tubuh (30,8%).

Menteri Edhy sangat menyayangkan kondisi masyarakat yang mengalami masalah gizi buruk.  “Satu dari tiga balita di Indonesia mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis,” kata Edhy saat Safari Gemarikan di Junior High Global Islamic School (GIS), Jakarta Timur, Selasa (26/11).

Dalam kesempatan tersebut Menteri Edhy mengajak para siswa untuk gemar mengonsumsi ikan. Para orang tua siswa yang hadir juga diminta untuk menyediakan menu makanan sehat bagi keluarganya.  “Ikan ini mengandung protein, Omega 3 (EPA dan DHA), mineral, dan banyak vitamin yang tidak hanya baik bagi pertumbuhan tubuh, tetapi juga kecerdasan otak. Oleh karena itu, saya mengajak para siswa agar menyukai ikan dan menjadikan ikan sebagai menu wajib sehari-hari,” paparnya.

Dikatakan, kandungan gizi pada ikan jauh lebih baik daripada kandungan pada daging merah dan ayam. Selain itu, harganya juga jauh lebih murah. "Mengonsumsi ikan dapat mendukung program pemerintah dalam hal perbaikan gizi masyarakat," ujarnya.

Data KKP menyebutkan, dari sisi suplai, total produksi perikanan Indonesia pada tahun 2018 mencapai 14,13 juta ton, itu pun belum termasuk produksi rumput laut. Kontribusi produksi perikanan tangkap sebesar 7,25 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 6,88 juta ton. Sedangkan dari sisi permintaan angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2018 sebesar 50,69 kg/kapita.  Pada tahun 2019 ditargetkan meningkat menjadi 54,49 kg/kapita setara ikan utuh segar.

Dalam kesempatan tersebut, pemilik yayasan GIS Buyar Winarso mengatakan sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Sebab, kampanye Gemarikan ini dapat memberikan penyadartahuan dan pengetahuan kepada para siswa mengenai manfaat ikan. 

“Setelah mengetahui berbagai manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan, para siswa jadi tertarik untuk mengonsumsi ikan. Kita harapkan pula melalui sharing informasi mengenai kelautan dan perikanan Indonesia, para siswa bertambah pengetahuan dan kecintaannya terhadap apa yang dimiliki negara kita,” paparnya.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018