Jumat, 06 Desember 2019


Bernilai Ekonomi Tinggi, Pemerintah Dorong Masyarakat Budidaya Ikan Hias

03 Des 2019, 13:24 WIBEditor : GESHA

Pemerintah kian mendorong industri ikan hias | Sumber Foto:HUMAS KKP


TABLOIDSINARTANI.COM,Tangerang--- Ikan hias merupakan komoditi perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. Selain mudah dipelihara, budidaya ikan hias tidak memerlukan tempat yang luas. Bahkan, biaya yang diperlukan untuk budidaya tak begitu besar.

"Yang tak kalah penting, pasar ikan hias masih terbuka lebar untuk permintaan domestik maupun ekspor," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, saat membuka  “Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019”, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Senin (2/12). Menurut Edhy, budidaya ikan hias bisa menambah nilai ekonomi masyarakat. Bahkan, dari segi hitungan, budidaya ikan hias hasilnya akan lebih besar.

Guna mendorong budidaya ikan hias di masyarakat, KKP akan merangkul seluruh stakeholder budidaya ikan hias. "Komunikasi dua arah dengan stakeholder akan terus dibangun ke depannya. Selain itu, pemerintah juga akan menyederhakan regulasi-regulasi terkait yang menjadi kendala selama ini," paparnya.

Dirinya juga berharap, komunikasi dengan pemangku ikan hias tak berhenti sampai seremonial ini saja. "Harus terus berlanjut sampai di lapangan. Kita cari solusi untuk masalahnya, termasuk regulasinya, soal aturan-aturannya, dan juga fasilitas yang dibutuhkan,” kata Edhy.

Menurut Edhy, KKP akan melakukan terobosan untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha, seperti mahalnya biaya angkut dan kendala regulasi. “Tadi ada saya sebutkan yang salah satu paling mahal bagi mereka adalah ongkos mengangkut barangnya. Tidak hanya itu, izin-izin pemindahan juga masih ada keluhan. Misalnya, ada yang melaporkan kalau pindah barang dari Sumatera ke sini mahal dan waktunya lama. Ini akan segera kita perbaiki,” tegas Edhy.

Edhy juga mengatakan, KKP akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk  mencari jalan keluarnya. “ Pemerintah akan hadir untuk segera melakukan terobosan-terobosan dalam mengurangi hambatan-hambatan yang mengurangi ekonomi biaya tinggi,” ujarnya.

Sumbang 10%

Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Suparman mengatakan, pada tahun 2020, pemerintah menargetkan ekspor perikanan senilai USD 6,1 miliar. Ikan hias diharapkan dapat menyumbang sekitar 6-10?ri total nilai ekspor tersebut. Tercatat, perdagangan ikan hias tahun 2018 kurang lebih USD 314 juta. " Kita berharap Indonesia bisa menyumbang kontribusi lebih besar lagi dari potensi yang ada," ujarnya.

Dikatakan, di pameran ini kita bawa sekitar 15 spesies ikan hias saja kita sudah jadi pameran terbesar di dunia. "Padahal, kita punya 1.235 spesies. Kalau kita bawa tak sampai 10%-nya saja ke sini, kita bukan lagi jadi yang terbesar tapi super-super besar,” paparnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2018, Indonesia mengekspor 257.862.207 ekor ikan hias. Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris menjadi negara tujuan ekspor utama. Adapun komoditas utama ikan hias air tawar yang diekspor terdiri dari ikan botia, arwana, discus, cupang, dan tiger fish. Sedangkan untuk ikan hias air laut terdiri dari udang hias, angel fish, bintang laut, dan invertebrata hias.

Dalam kesempata tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan akan mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan industri ikan hias." Sebab industri ikan hias dapat mengembangkan potensi industri rumahan sehingga meningkatkan pelaku UMKM," ujarnya.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018