Thursday, 06 August 2020


Lima Tahun ke Depan, KKP Fokus Kembangkan Perikanan Budidaya

29 Jan 2020, 12:59 WIBEditor : Indarto

Budidaya lele sudah memasyarakat | Sumber Foto:Dok. Indarto

Berdasarkan peta potensi, perikanan budidaya di KKP memiliki peluang cukup luas.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pengembangan sub sektor perikanan budidaya menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kurun lima tahun ke depan. Hal itu dikarenakan, dari potensi yang ada sektor perikanan budidaya baru tergarap sekitar 10 persen-nya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan, dari 10 persen yang sudah digarap, pengelolaannya dan hasilnya juga belum maksimal. “Karena itu, perikanan budidaya akan kami jadikan fokus utama pengembangan ke depan. Apabila sub sektor perikanan budidaya  ini digarap serius, akan menjadi lapangan kerja baru dan mampu meningkatkan devisa negara,” kata Edhy Prabowo, di Bogor (29/1).

Berdasarkan peta potensi, perikanan budidaya di KKP memiliki peluang cukup luas. Artinya, seluruh pulau di Indonesia berpeluang menjadi tempat pembudidayaan. Baik untuk budidaya perikanan air tawar, air payau, dan juga laut. 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy berharap,  Ditjen Perikanaan Budidaya juga mengutamakan budidaya udang. Tercatat,  ada sekitar 300 ribu hektare (ha) lahan budidaya udang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, menghasilkan sekitar 800 ribu ton udang per tahun atau sekitar 2,6 ton per ha.

Nah, melalui budidaya sistem intensif budidaya udang tersebut, ke depannya akan ditargetkan menjadi 5 ton/ha. Budidaya udang tersebut nantinya juga diperlukan untuk mensuplai pasar lokal maupun manca negara.

Dalam mengembangkan sektor budidaya, lanjut Edhy , pihaknya tidak hanya memaksimalkan lahan yang dimiliki KKP, tapi juga bekerjasama dengan lintas instansi dan lembaga. Seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemda, serta Perhutani. Sedangkan dari sisi permodalan, KKP menggandeng perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).  KKP pun siap melakukan pendampingan bagi masyarakat yang akan terjun ke sektor ini.

“Kita dampingi (ke perbankan). Asal niatnya untuk produktivitas,” ujarnya.

Selain menggenjot sektor perikanan budidaya, Edhy Prabowo juga mengingatkan pentingnya pakan ikan madiri yang dikelola langsung oleh masyarakat atau pembudidaya.  Ketersediaan pakan bagi pembudidaya sangat penting, karena salah satu kendala pembudidayaan ikan adalah mahalnya harga pakan.

“Kami bersama jajaran KKP saat ini sedang menggodok pengembangan pakan alternatif berupa maggot (black soldier fly). Harga maggot jauh lebih murah dibanding pakan konvensional. Nutrisinya pun tak kalah, dan dapat mengurangi sampah organik,” jelas Edhy.

 

 

 

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018