Wednesday, 26 February 2020


Udang Jerbung, Udang Lokal Diminati Pasar Ekspor

04 Feb 2020, 12:06 WIBEditor : Indarto

Udang jerbung sudah mulai dibudidaya di masyarakat | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Udang jerbung dan udang putih merupakan jenis udang lokal asli Indonesia yang banyak ditemukan di perairan umum hampir di seluruh Indonesia.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jepara--- Keberhasilan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah (Jateng)  dalam menginisiasi program pemuliaan buatan (seleksi breeding) penyediaan stok benih udang jerbung (Penaeus merguensis) dan udang putih (Penaeus indicus) patut diapresiasi. Pasalnya, kedua jenis udang lokal ini potensial dikembangkan di masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan ekspor. Karena itu, pengembangan budidaya udang khususnya udang lokal, menjadi salah satu fokus utama dalam peningkatan produksi perikanan budidaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, udang jerbung  dan udang putih merupakan jenis udang lokal asli Indonesia yang banyak ditemukan di perairan umum hampir di seluruh Indonesia.   “Setelah melihat langsung perkembangan budidaya udang lokal di BBPBAP Jepara, saya yakin bahwa udang lokal asli Indonesia seperti udang windu, udang jerbung maupun udang indicus sangat layak untuk dikembangkan di masyarakat,” kata Menteri Edhy, di Jepara,  Selasa (4/2).

Menurut Edhy, agar udang lokal ini berkembang di masyarakat, yang dibutuhkan saat ini adalah melakukan perbanyakan induk unggul serta menambah fasilitas dan lahan untuk peningkatan kapasitas produksi udang lokal. “Dalam acara rapat kerja teknis perikanan budidaya yang diadakan minggu ini, saya telah meminta KKP untuk fokus pada pengembangan industrialisasi udang. Kita akan bekerjasama dengan dinas kelautan dan perikanan seluruh Indonesia akan memetakan tambak idle yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya udang,” tegas Edhy.

Guna mendorong ekspor komoditas perikanan, khususnya udang, KKP menargetkan kenaikan produksi udang nasional tahun 2020 sebanyak 1,2  juta ton. Tahun sebelumnya (2019), KKP menargetkan produksi udang sebanyak 1,05 juta ton.  Peningkatan produksi udang tersebut tak lepas dari tingginya permintaan komoditas udang di pasar lokal maupun manca negara.

Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, karena potensi pasar dan peluang usahanya kian terbuka,  pemerintah akan fokus pada kebijakan dan regulasi investasi udang sehingga investasinya akan lebih mudah.  Pemerintah juga akan memfasilitasi akses permodalan.

“ Kualitas SDM-nya juga  akan kami tingkatkan dengan mengadakan pelatihan, dari sisi teknis, produksi induk udang unggul dan perbanyakkan produksi spesies udang lokal seperti udang windu, merguensis dan indicus,” kata Slamet.

Slamet mengatakan, BBPBAP Jepara telah berhasil memproduksi 20 juta benih udang merguensis per tahun. Sebanyak 12 juta benih diantaranya merupakan hasil dari induk yang bukan berasal dari tangkapan di alam.

Pengembangan benih udang merguensis secara massal dilakukan dengan mengadopsi teknologi produksi udang windu. Saat ini BBPBAP Jepara memiliki 30 ribu induk udang merguensis untuk mendukung produksi massal tersebut. Sedangkan, udang indicus, saat ini sedang dilakukan proses domestikasi.

“Kami harapkan,  udang indicus ini dapat diproduksi secara massal dan diujicoba multilokasi pada tahun ini,” kata Slamet.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jateng,  Taj Yasin Maimoen menyatakan, budidaya udang dan ikan merupakan penyumbang ekonomi kerakyatan, khususnya di Jepara, Demak dan Pati. Program yang berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan di Jateng  ini tidak hanya terfokus pada komoditas air payau dan laut, tapi juga dengan komoditas air tawar di sejumlah desa.. 

Berkat pengembangan budidaya udang lokal, lanjut  Gus Yasin, ekonomi masyarakat khususnya petambak udang dapat lebih ditingkatkan. “Semoga pengembangan budidaya udang lokal ini dapat bermanfaat bagi masyarakat seperti di Jepara,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018