Wednesday, 19 February 2020


Pola Segmentasi Usaha Budidaya Kakap Putih

11 Feb 2020, 14:36 WIBEditor : Indarto

Benih kakap putih siap dibudidaya di KJA | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB KKP

Segmen pertama adalah produksi benih ukuran 0,8 cm. Pada segmen ini, benih ukuran 0,8 cm masih mengandalkan produksi dari BPBL Batam. Mulai tahun 2020, BPBL Batam akan mendampingi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Selat Panjang.

TABLOIDSINARTANI.COM, Batam--- Pengembangan pusat kawasan budidaya laut, khususnya kakap putih di Kepulauan Meranti akan didorong melalui pola segmentasi usaha. Pola ini dibangun dengan harapan bahwa kedepannya akan terbentuk suatu kawasan budidaya laut yang mandiri.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Toha Tusihadi mengatakan, segmen pertama adalah produksi benih ukuran 0,8 cm. Pada segmen ini,  benih ukuran  0,8 cm masih mengandalkan produksi dari BPBL Batam. Mulai tahun 2020,  BPBL Batam akan mendampingi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Selat Panjang.

“Melalui pendampingan inilah, untuk kebutuhan benih nantinya mampu dipenuhi dari BBIP,” ujar Toha, di Batam, Selasa (11/2).

Sedangkan segmen kedua, lanjut Toha, produksi pendederan di  tambak oleh koperasi/Pokdakan produsen benih. Tugas dari Pokdakan ini adalah memproduksi benih ukuran 8 cm (siap tebar di KJA) dari benih ukuran 0,8 cm. 

"Pada segmen ini telah dilakukan penebaran perdana sebanyak 100.000 ekor dengan targetkan produksi benih ukuran 8 cm minimal 40.000 ekor. Kami menargetkan dalam tahun 2020 ini ada 3 siklus penebaran,” jelasnya.

Diharapkan, dari pembesaran KJA dapat mencapai paling tidak 20 ton. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat  dalam usaha budidaya laut ini diperkirakan sekitar 50 orang.

Kemudian, untuk segmen ketiga, usaha pembesaran di Karamba Jaring Apung (KJA). Hasil produksi dari tiga siklus penebaran ini diproyeksikan mampu menghasilkan ikan konsumsi sebesar 40 ton - 60 ton.

Toha mengakui, pihaknya diberi tanggungjawab untuk menjamin ketersediaan suplai benih kakap putih, diseminasi dan pendampingan teknologi budidaya. Karena itu, BPBL Batam akan memberikan dukungan benih, dan membangun pola segmentasi penyiapan benih.

“BPBL Batam juga mendukung upaya merevitalisasi UPTD Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Selat Panjang yang dilakukan oleh Pemkab Kepulauan Meranti dengan melakukan pendampingan pelaksanaan rehabilitasi sarana dan prasarana serta pendampingan teknologi produksi benih,” paparnya.

Dia juga mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perikanan Budidaya, BPBL Batam berkomitmen untuk merealisasikan nota kesepakatan yang telah dibangun oleh ketiga pihak. Tim BPBL Batam telah menyiapkan tenaga pendamping, sehingga BBIP Selat Panjang mampu memproduksi benih secara mandiri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman, menyatakan, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mewujudkan Meranti sebagai pusat kawasan budidaya kakap putih nasional.  Pada tahun ini Pemprov Riau akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk mendukung program tersebut.

"Kami berharap, melalui pengembangan kawasan budidaya kakap putih ini akan ada multiplier effect baik bagi ekonomi lokal, daerah dan nasional,” pungkas Herman.

 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018