Monday, 21 September 2020


Potensi Lahan Luas, Genjot Produksi Udang untuk Ekspor

10 Mar 2020, 15:45 WIBEditor : Indarto

Udang sebagai komoditas unggulan ekspor | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN KKP

Kurun lima tahun ke depan target ekspor udang nasional naik sebesar 250 persen (2020 – 2024). Jika volume ekspor udang olahan pada 2018 sebanyak 145,226 ton, maka pada tahun 2024 volumenya ditargetkan sebesar 363,067 ton.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menggenjot peningkatan produksi dan ekspor udang nasional. Peningkatan produksi udang tersebut dimaksudkan juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan,  alasan pemerintah menggenjot produksi udang karena potensi lahan yang tersedia sangat besar. Dari 2,96 juta hektare (Ha),  yang dimanfaatkan baru sekitar 0,6 juta Ha.

“Selain arealnya cukup luas, kita sudah menguasai teknologi budidaya,” ujar Slamet dalam rapat koordinasi (Rakor) lintas kementerian dan lembaga di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta,  Selasa (10/3).

Slamet juga mengatakan, udang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, peluang pasar ekspornya juga masih terbuka luas. “ Pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan akan tercipta dari sektor budidaya udang ini,” ujarnya.

Menurut Slamet, kurun lima tahun ke depan target ekspor udang nasional  naik sebesar 250 persen (2020 – 2024).  Jika volume ekspor udang olahan pada 2018 sebanyak 145,226 ton, maka pada tahun  2024 volumenya ditargetkan sebesar 363,067 ton. Sedangkan produksi udang untuk bahan baku ekspor dari 197,433 ton pada 2018, ditargetkan akan meningkat sebanyak  578,579 ton pada 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo mengatakan, upaya peningkatan jumlah produksi udang harus dibarengi dengan penyerapan pasar. Dengan begitu, angka target ekspor udang hingga 2024 akan tercapai. 

"Berhasil memproduksi tidak sama dengan berhasil menjual. Harus jeli memilih dan memuaskan pasar,"  kata Nilanto.

Nilanto juga mengatakan, yang tak kalah penting adalah kesiapan unit pengolahan ikan (UPI). Umumnya, kapasitas terpasang UPI  untuk udang  masih didominasi di wilayah Indonesia barat. Sehingga perlu langkah bersama untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mempertahankan mutu produk untuk memenuhi syarat pasar.

Guna memperluas akses pasar, lanjut Nilanto, pihaknya sedang membuka dan meyiapkan pasar ekspor komoditas udang.  Diantaranya, Amerika, Jepang, China dan Uni Eropa.

Enam Pokja

Plt Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Laksda TNI (Purn) Leonardi, mengatakan peningkatan produksi dan ekspor udang merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 7 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

"Target khusus dari Presiden yaitu peningkatan produksi, mengawal logistik dan pemasarannya. Ada potensi pasar yang kita punya. Jadi ini sangat prospektif, dari hulu sampai hilir bisa kita selesaikan," ujar Leonardi.

KSP membentuk enam kelompok kerja (pokja) untuk mendorong peningkatan ekspor udang nasional ini. Pembentukan pokja agar tiap kementerian dan lembaga dapat fokus menyelesaikan peran masing-masing, dan memudahkan dalam monev sehingga hasil yang dicapai maksimal.

Tenaga Ahli Utama Deputi I KSP, Alan Koropitan mengatakan, paling tidak ada beberapa yang perlu kita pertegas. “ Mulai dari kerangka kelembagaan, regulasi, SDM, infrastruktur, yang semuanya menunjang untuk peningkatan produktivitas udang ini," ujar Alan.

 

Enam pokja tersebut meliputi:

1. Pokja Perencanaan Pembangunan dan Monev 

2. Pokja Pembangunan Kawasan Tambak 

3. Pokja Input Produksi

4. Pokja Teknis Operasional 

5. Pokja Investasi dan Pemasaran 

6. Pokja Pelatihan, Riset dan Penyuluhan

Sementara itu, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi, Safri Burhanuddin, mengaku pihaknya siap bekerja keras dalam merealisasikan target tersebut. "Kalau kendala lintas kementerian atau lembaga, koordinasikan ke Kemenko Maritim dan Investasi biar kami bisa bantu," pungkasnya.

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018