Tuesday, 22 September 2020


Jaga Kelestarian Perairan Umum, KKP Tebar 2,7 Juta Benih Ikan

24 Mar 2020, 15:15 WIBEditor : Indarto

Penebaran ikan lokal di waduk | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Sampai pertengahan Maret 2020 KKP telah melakukan restocking sebanyak 2,7 juta ekor benih ikan. Ikan yang ditebar di sejumlah waduk dan sungai diantaranya, nilem, tawes, papuyu, mas, kakap, bandeng, komoditas rajungan dan ikan lokal lainnya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Benih ikan yang diproduksi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) sangat berperan dalam rangka peningkatan produksi perikanan budidaya. Selain itu, benih ikan juga berfungsi untuk menunjang pelaksanaan restocking di sejumlah waduk, sungai dan perairan umum lainnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, sampai pertengahan Maret 2020 KKP telah melakukan restocking sebanyak 2,7 juta ekor benih ikan. Ikan yang ditebar di sejumlah waduk dan sungai diantaranya,  nilem, tawes, papuyu, mas, kakap, bandeng, komoditas rajungan dan ikan lokal lainnya.

" DJPB melalui UPT/UPTD punya tugas mencetak benih ikan untuk menunjang kegiatan restocking dan mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya," kata Slamet, di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurut Slamet, DJPB memiliki peran yang penting untuk menjaga stok ikan di alam, terutama untuk komoditas ikan endemik lokal atau ikan yang tergolong langka. " Karena itu, kegiatan restocking telah menjadi agenda rutin KKP dan merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas," ujarnya.

Slamet mengatakan,  restocking selain untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekitar perairan umum, juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan peran perairan sebagai ekosistem yang seimbang.

" Kegiatan restocking juga memiliki nilai tambah masyarakat. Artinya, ikan yang ditebar nantinya bisa ditangkap nelayan atau masyarakat sekitar," kata Slamet.

Data KKP menyebutkan,  pada awal tahun 2020, telah dilakukan kegiatan restocking benih ikan di beberapa lokasi. Diantaranya,  di Kebumen, Pekalongan, Bandung Barat, Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Cirebon, Klaten, Maros, Solok, Minahasa, Takalar, Lamongan, dan Muara Enim.

Pada tahun 2019 KKP telah melakukan restocking benih ikan dan udang sebanyak 13,45 juta ekor baik untuk komoditas tawar, payau maupun laut. Total target produksi benih pada tahun 2020 sebesar 215,7 juta ekor  untuk memenuhi kebutuhan bantuan ke pembudidaya dan restocking.

Menurut Slamet, restocking yang dilakukan telah melalui kajian yang komprehensif agar ikan yang ditebar telah sesuai dengan habitat dan dengan ukuran yang sesuai. Selain itu, tim teknis DJPB terus melakukan kegiatan perekayasaan untuk menguasai teknologi pembenihan, khususnya untuk ikan – ikan lokal.

Slamet menilai, saat ini ikan lokal memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Sebab, banyak komoditas ikan endemik yang langka, bahkan hampir punah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti penangkapan ikan secara berlebihan dan tidak terkontrol, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, serta pencemaran perairan akibat limbah rumah tangga. 

" KKP sebagai institusi teknis di sektor kelautan dan perikanan memiliki tanggungjawab untuk menjaga keseimbangan dan ketersediaan sumberdaya yang ada di perairan," papar Slamet.

Menurut Slamet, kepedulian masyarakat di sekitar perairan umum menjadi hal yang esensial untuk kelestarian ekosistem perairan umum tersebut. " Karena itu,  kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, khususnya di daerah - daerah tempat kegiatan restocking dilakukan untuk dapat merancang regulasi daerah yang mengatur masyarakat melakukan penangkapan ikan secara bertanggungjawab," jelas Slamet.

KKP, lanjut Slamet, akan terus mendorong upaya pelestarian ikan lokal di perairan umum seluruh Indonesia dengan menggandeng berbagai pihak. Karena itu,  pelaku usaha pembenihan diharapkan ikut melestarikan perairan umum dengan turut melakukan restocking benih ikan lokal yang tidak infasif.

" Dengan sinergitas yang baik dan upaya maksimal dari berbagai elemen, niscaya keberlanjutan perairan umum yang kaya akan  plasma nutfah akan terbentuk dengan sendirinya," demikian Slamet. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018