Wednesday, 23 September 2020


Di Tengah Pandemi Covid 19, Petambak Panen Udang 70 Ton

30 Mar 2020, 16:16 WIBEditor : Indarto

Panen Udang di salah satu petambak di Cianjur | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Panen udang di Desa Karang Wangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jabar disaksikan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur--Pandemi covid 19 tak membuat nyali petambak ciut. Meski tetap menjaga kewaspadaan, salah satu petambak di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) tetap melakukan aktivitas budidaya hingga panen udang di lahan tambak seluas 2,5 ha.

Panen udang kali ini cukup istimewa. Karena panen udang di Desa Karang Wangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jabar disaksikan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Panen udang vaname di Cianjur ini berlangsung sederhana. Semua kendaraan yang masuk area tambak disemprot lebih dulu dengan disinfektan dan sebagian besar dari peserta menggunakan masker dilengkapi sarung tangan.

Udang yang dipanen sebanyak 70 ton dari 15 kolam yang ada. Udang yang dipanen termasuk premium karena ukurannya cukup besar, dengan komposisi 20-25 ekor per kilogram.

Menteri Edhy mengatakan, produksi perikanan tanah air harus terus berjalan meski covid-19 sedang mawabah. Produksi tidak bisa berhenti karena bagaimanapun kondisinya, masyarakat tetap butuh sumber pangan.

" Apalagi makanan bergizi tinggi saat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas," ujar Menteri Edhy di Cianjur, Senin (30/3).

Menteri Edhy mengatakan, pihaknya harus memastikan bahwa produksi terus berjalan. " Karena bagaimana pun kondisinya, masyarakat tetap butuh makan," ujarnya.

Diakuinya, dalam kondisi saat ini memang terlihat berat. Para petugas medis berjibaku di depan, TNI-Polri, gugus tugas, kepala daerah, juga bekerja. Nah, KKP harus berperan, ikut bahu membahu karena masyarakat pasti butuh makan.

Selain memastikan produktivitas tetap berjalan, kedatangan Edhy ingin mendengar langsung kendala yang dihadapi pembudidaya sejak virus corona (covid 19) mewabah.  Dengan melihat langsung di lapangan, pihaknya bisa mengambil langkah supaya pembudidaya tak mengalami kerugian.

Menteri Edhy juga berharap, pembudidaya di seluruh Indonesia ini tidak kendor. Pasalnya,  pemerintah hadir dalam kondisi apapun.

"Tolong sampaikan ke pembudidaya, kita harus tetap memproduksi ikan," ujar Edhy.

Pemilik tambak, Dudi Setiadi, mengaku kedatangan Menteri Edhy sangat relevan dengan kondisi ekonomi yang tak pasti karena imbas covid-19. Karena itu, kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk meyakinkan pembudidaya agar tetap berproduksi.

"Ini sangat relevan. Misalnya saja suatu saat pasar betul-betul vakum, pemerintah harus turun tangan memberi insentif dan semangat untuk kami tetap berbudiya," kata Dudi.

Menurut Dudi, imbas covid-19 sangat berpengaruh pada harga udang vaname. Untuk udang vaname size 50 harganya kini Rp 60 ribuan per kilogram dari yang sebelumnya Rp 67 ribu - Rp 70 ribu per kilogram.

Lantaran harganya turun, kata Dudi, petambak butuh jaminan pasar. " Supaya harga row material ditekan paling tidak tetap jangan sampai naik. Untuk itu pemerintah harus hadir," ujar Dudi.

Siapkan Cold  Storage

Guna mengantisipasi terjadinya penurunan harga udang saat panen dan untuk menjaga stok, KKP telah menyiapkan cold storage di berbagai tempat. Cold storage ini dapat dipakai untuk menyimpan produk perikanan bila sewaktu-waktu harga menurun drastis.

"Kami sedang mendata berapa cold storage yang masih kosong, yang bisa dioptimalkan. Siapa tahu nanti ada investasi maupun intervensi fiskal dari negara untuk membeli misalnya, kita sudah siap," papar Menteri Edhy.

KKP lanjut Menteri Edhy, tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan dan intervensi ekonomi untuk membantu nelayan, pembudidaya maupun pelaku usaha perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Edhy mengatakan,  kehadirannya pada panen udang kali ini sekaligus untuk mengantisipasi adanya spekulan yang ingin mencari keuntungan di tengah situasi sulit. "Saya harap spekulan tidak ikut main, makanya negara harus tampil duluan sebelum spekulan ada. Kami harap ini bisa diantisipasi," tegas Menteri Edhy. 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018