Wednesday, 21 October 2026


Lindungi Plasma Nutfah, KKP Kembangkan Bank Gen Ikan

03 Apr 2020, 15:19 WIBEditor : Indarto

Bank Gen Ikan untuk lindungi plasma nutfah

Indonesia memiliki sumber daya genetik ikan (SDGI) melimpah, sehingga diakui sebagai salah satu negara megabiodiversitas. Namun pemanfaatan SDGI dirasakan belum optimal.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KP merintis pengembangan Bank Gen Ikan Indonesia (Indonesian Fish Gene Bank). Pengembangan Bank Gen Ikan ini sebagai upaya pelestarian, peningkatann dan pemanfaatan plasma nutfah perikanan Indonesia secara bertanggungjawab dan  berkelanjutan.

Kepala BRSDM KP Sjarief Widjaja mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya genetik ikan (SDGI) melimpah, sehingga diakui sebagai salah satu negara megabiodiversitas. Namun pemanfaatan SDGI dirasakan belum optimal.

" Di sisi lain, eksploitasi pemanfaatan beberapa jenis ikan sudah melebihi batas optimal. Hal ini berdampak terhadap kualitas dan kuantitas jenis-jenis ikan tersebut di alam,” kata Sjarief, di Jakarta, Jumat (3/4).

Menurut Sjarief, optimalisasi pemanfaatan sumber daya genetik plasma nutfah harus dikelola  lebih komprehensif dan optimal, baik dalam hal pemanfaatan budidaya, penangkapan maupun upaya pelestariannya. Upaya tersebut dimulai dengan melakukan identifikasi jenis ikan endemik Indonesia melalui aplikasi SIGENI (Sistem Informasi Sumberdaya Genetik Ikan Indonesia), yang akan dirilis secara resmi usai Pandemi Covid 19 berakhir.

Sjarief mengatakan, ada sekitar 4.748 potensi SDG Indonesia, yang sudah teridentifikasi dan prosesnya pun masih terus berjalan. Karena itu, BRSDM KP tak hanya mengidentifikasi spesies.

"Aplikasi SIGENI juga menginformasikan status kelimpahan stok di alam. Kondisi atau status kelimpahan ikan pun akan dikategorikan berdasarkan kelimpahan atau volume tersebut, mulai dari ikan dengan kategori populasi yang masih aman atau banyak, sudah mulai jarang, hampir tidak ada atau punah," katanya.

Menurut Sjarief, pengembangan SIGENI sangat penting, mengingat masih banyaknyapersoalan terkait pengelolaan SDGI Indonesia. Diantaranya, inventarisir keragaman jenis dan genetik, klaim stok perikanan (migratory species), deteksi kualitas populasi, identifikasi produklokal, mitigasi spesies asing invasive dan kontribusi daerah pemijahan.

Bentuk JarGeni

Sjarief juga mengatakan, dalam rangka menghimpun semua informasi yang telah dan akan diperoleh terkait sumberdaya genetik plasma nutfah ikan di Indonesia, BRSDM KP memulai melakukan pembentukan Jejaring Genetika Perikanan Indonesia (JarGenI) atau Indonesian Fisheries Genetic Network (IFGENI). Organisasi ini diharapkan dapat menghimpun para peneliti, peminat dan pemerhati ilmu pengetahuan khususnya di bidang genetika perikanan.

Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Joni Haryadi, yang juga sebagai inisiator pembentukan JarGenI, mengatakan, wadah tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan pengelolaan sumberdaya genetik ikan dalam arti luas di Indonesia dengan cara memajukan kegiatan-kegiatan dalam bidang genetika perikana. Diantaranya,  melalui pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan profesionalisme di bidang genetika.

Dikatakan, JarGenI juga bermanfaat sebagai sarana dan wahana pendukung dalam meningkatkan pengabdian dan pengamalan sains dan teknologi para anggotanya. JarGeni juga bermanfaat dalam peningkatan dan kerjasama antar anggota/masyarakat peminat bidang genetika perikanan serta profesi lainnya; serta peningkatan komunikasi dan pemasyarakatan sains dan teknologi yang berkaitan dengan genetika perikanan.

“JarGenI sangat penting dalam hal scientific, ekonomi, sosial, maupun budaya. Melalui langkah nyata ini, kita berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Joni.

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018