Wednesday, 21 October 2026


Lele Mutiara dan Udang Galah GI Makro II, Jadi Pilihan Pembudidaya

05 May 2020, 13:29 WIBEditor : Indarto

Distribusi benih lele

Lele Mutiara didistribusikan kepada Banyak Lele Farm di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, sebanyak 500.000 ekor larva.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Benih lele MUTIARA dan udang galah GI MAKRO II besutan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pembudidaya di tengah pandemi corona (covid 19) saat ini. Guna mendorong ekonomi masyarakat, kedua benih unggulan ini akan dilakukan uji multilokasi ke sejumlah pembudidaya di Kabupaten Karawang dan Tasikmalaya.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) , Sjarief Widjaja mengatakan, lele MUTIARA yang dirilis tahun 2015 dan udang galah GI MAKRO II telah dirilis sejak tahun 2014 silam bisa dijadikan pilhan pembudidaya. Sebab, Lele MUTIARA memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. Sementara itu, udang galah GI MAKRO II telah dirilis sejak tahun 2014, memiliki keunggulan cepat tumbuh.

Kedua benih unggul besutan UPT yang berada di bawah BRSDM KP ini telah didistribusikan kepada pembudidaya di Kabupaten Karawang dan  Kabupaten Tasikmalaya. “Komoditas ikan dan udang  galah unggulan hasil riset pemuliaan BRPI  telah banyak digunakan dan didistribusikan tersebar di seluruh Kabupaten dan Provinsi di Indonesia," ujar Sjarief Widjaja, di Jakarta, Selasa (5/5).

Menurut Sjarief, saat ini pihaknya kembali mendistribusikan kedua komoditas unggulan ke sejumlah pembudidaya dalam rangka kegiatan riset uji multilokasi. Tujuannya untuk menguji secara langsung ikan hasil riset pemuliaan, mempercepat persebaran ikan unggul kepada masyarakat, serta membantu meningkatkan perekonomian pembudidaya perikanan.

Sjarief mengatakan, pada kegiatan uji multilokasi ikan lele MUTIARA, dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kabupaten Karawang. Ikan lele Mutiara didistribusikan kepada Banyak Lele Farm di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, sebanyak 500.000 ekor  larva.

Sedangkan  kegiatan uji multi lokasi udang galah GI MAKRO II langsung dilakukan kepada pembudidaya ikan di Desa Cisayo, Kecamatan Cisayo, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 100.000 ekor Post Larva.  

Kepala BRPI, Joni Haryadi mengatakan, kegiatan riset ikan lele MUTIARA dan udang galah GI MAKRO II  telah sampai pada generasi ke-3 dan ke-4.  Lele MUTIARA generasi ke-3 ini memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Sementara itu udang galah GI MAKRO II  telah berhasil dikembangkan dengan hasil seleksi dari 4 generasi dengan unggulan 32 persen lebih cepat dari pada udang galah pembanding.

“Dengan tetap berjalannya riset dan distribusi benih unggul diharapkan dapat memberikan keuntungan serta meningkatkan pendapatan masyarakat budidaya," ujarnya.

Menurut Joni, pendistribusian benih lele MUTIARA dan udang galah GI MAKRO II pun dilakukan sesuai SOP. Para peneliti BRPI juga melaksanakan observasi kegiatan dan pendampingan terhadap pembudidaya ikan dan udang galah di Kabupaten Karawang dan Tasikmalaya  secara oniline sehingga dapat terpantau perkembanganya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018