Saturday, 06 June 2020


Bangkitkan Budidaya Kerapu, KKP Bantu 80.000 Benih ke Pembudidaya

19 May 2020, 11:12 WIBEditor : Indarto

Benih kerapu | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Pasar ekspor yang kembali normal, mulai diikuti dengan aktivitas budidaya ikan kerapu yang dilakukan masyarakat. Ekspor kerapu ini peluang emas di masa pandemi covid-19.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-- Ekspor kerapu ke Hongkong sudah menggeliat lagi. Bahkan, permintaan kerapu ke Hongkong sudah beranjak normal di tengah pandemi covid-19.

Pembudidaya kerapu di sejumlah daerah juga mulai bangkit. Pembudidaya kerapu di Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara pun mulai melakukan ekspor.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, untuk membangkitkan dan mendorong pembudidaya kerapu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo mendistribusikan bantuan benih kerapu sebanyak 80.000 ekor. Bantuan benih kerapu ini diberikan kepada kelompok pembudidaya di Kabupaten Situbondo  dan Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), masing-masing sebanyak 40.000 ekor.

" Pasar ekspor yang kembali normal,  mulai diikuti dengan aktivitas budidaya ikan kerapu yang dilakukan masyarakat. Ekspor kerapu ini peluang emas di masa pandemi covid-19. Sebab akan menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Slamet, di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut Slamet,  terbukanya pasar ekspor akan memicu aktivitas mata rantai bisnis kerapu di hulu, mulai dari perbenihan, penjualan pakan dan pembesaran. Hal tersebut  sangat berpeluang untuk menggerakan ekonomi masyarakat pesisir.

Slamet mengatakan, untuk menjamin akses pembudidaya kerapu terhadap suplai benih di masa pandemi covid-19, Ditjen Perikanan Budidaya melalui UPT terus mendorong stimulus langsung berupa dukungan benih kerapu di sentral sentral produksi.

"Stimulus dalam bentuk dukungan langsung benih ini tujuannya untuk mendongkrak efisiensi produksi, dan diharapkan nanti ada nilai tambah yang optimum diraup para pembudidaya," paparnya.

Sementara itu, Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartono mengungkapkan,  sebagai pusat pengembangan kerapu hybrid, instansi yang dipimpinnya terus mendorong optimalisasi produksi benih kerapu, khususnya untuk kerapu cantang. Saat ini ketersediaan hasil produksi kerapu mencapai 350.000 ekor benih.

" Kami terus berupaya menggenjot produksi benih kerapu cantang karena cenderung kebutuhannya mulai naik," ujarnya.

Menurut Nono,  dalam jangka pendek pihaknya fokus menyalurkan benih kerapu untuk kepentingan bantuan langsung bagi pembudidaya ikan yang terdampak covid 19.

" Sepanjang Januari hingga saat ini, kami telah mendistribusikan bantuan benih sebanyak 250.000 ekor ke berbagai daerah sekitar seperti Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo dan daerah lainnya," kata Nono. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018