Saturday, 06 June 2020


Disiapkan Strategi untuk Maksimalkan Penyerapan KUR

19 May 2020, 11:17 WIBEditor : Indarto

optimalisasi penyerapan KUR | Sumber Foto:Dok. Humas PDSP KP

Melalui penjaringan debitur potensial dan bekerjasama dengan instansi terkait. Sosialisasi serta memfasilitasi informasi juga akan dilakukan agar masyarakat lebih mengenal mekanisme dan produk perbankan, khususnya KUR.

 



TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Guna  memaksimalkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbunga rendah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan sejumlah strategi. Diantara strategi tersebut adalah dengan memastikan peningkatan kelayakan usaha kelautan dan perikanan.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo mengatakan, untuk mensukseskan hal tersebut, pihaknya mengajak seluruh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari kabupaten/kota hingga provinsi, serta penyuluh perikanan  untuk mendorong percepatan akses KUR bagi pelaku usaha.

"Kita bersama-sama membina pelaku usaha kelautan dan perikanan agar memiliki perencanaan keuangan usaha yang baik, memiliki tabungan, aset dan aliran uang kas yang baik," kata Nilanto, dalam Marine and Fisheries Business and Investment Forum (MFBIF) bertema "KUR: Akses Cepat, Bisnis Kelautan dan Perikanan Maju Pesat", di Jakarta, Selasa (19/5).

Strategi berikutnya, lanjut Nilanto,  melalui penjaringan debitur potensial dan bekerjasama dengan instansi terkait.
Sosialisasi serta memfasilitasi informasi juga akan dilakukan  agar masyarakat lebih mengenal mekanisme dan produk perbankan, khususnya KUR.

Nilanto juga mengatakan, pihaknya juga melakukan  pendampingan dan strategi lainnya dalam pengembangan skema keuangan digital. " Dengan sejumlah strategi di atas, kami  berharap keuangan digital bisa memberikan peningkatan literasi sekaligus menimbulkan ikatan antara masyarakat dengan perbankan formal, sehingga nantinya masyarakat mudah mengakses KUR," paparnya.

Menurut Nilanto, untuk mendorong percepatan, KKP akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Kredit Program Sektor Kelautan dan Perikanan. Adapun anggotanya ialah para Eselon I lingkup KKP, Pusat Investasi Pemerintah - Kemenkeu, perbankan yang terdiri dari BRI, Mandiri, dan BNI, Lembaga Keuangan non Bank seperti BLU LPMUKP, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani, Bahana Artha Ventura, dan Jamkrindo.

" Lingkup kegiatan Pokja adalah penjaringan calon debitur potensial, sehingga perbankan memiliki macam-macam strategi inovasi yang dikembangkan," ujarnya.

Nilanto juga mengatakan,  KKP akan melakukan pengembangan klaster daya saing berbasis wilayah serta komoditas dan sarana prasarana. Ada  sarana prasarana, pembiayaan, SDM Iptek serta kelembagaan akan dilakukan mulai dari zona produksi, zona pasca panen, zona pengolahan, serta zona pemasaran.

Apabila rangkaian klaster daya saing dikembangkan secara serempak, lanjut Nilanto, indikator kinerja utama Ditjen PDSPKP dari sisi investasi, jumlah pembiayaan, indeks logistik, produksi olahan, konsumsi ikan dan ekspor akan mengalami peningkatan.

Nilanto mengungkapkan, realisasi pembiayaan berbasis klaster bersama penyalur kredit program, juga telah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota. Wilayah yang dimaksud yaitu di Sukabumi, Tasikmalaya, Klaten, Rembang, Bojonegoro, Bondowoso, Sambas, Pangkep, Konawe Selatan, dan Biak Numfor.

" Realisasi pembiayaan melalui klaster daya saing selama 3 bulan terakhir telah merealisasikan KUR sebesar Rp 200 juta dan pembiayaan dari dana LPMUKP sebesar Rp 1,93 miliar," kata Nilanto.

Fasilitas KUR sangat efektif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Sayangnya, sampai saat ini   KUR belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun sektor kelautan dan perikanan. Tercatat, serapan KUR  baru mencapai Rp 2,5 triliun dari pagu yang disiapkan sebesar Rp 190 triliun pada tahun 2020. 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018