Friday, 05 June 2020


19.937 Benih Lobster Dilepasliarkan

20 May 2020, 13:12 WIBEditor : Indarto

Benih lobster | Sumber Foto:Dok. Humas PRL

Pelepasliaran di KKPD TPK Kota Pariaman berdasarkan pertimbangan kondisi karang sebagai habitat lobster dan keberlangsungan hidupnya.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sebanyak 19.937 Benih Bening Lobster (BBL) hasil upaya penyelundupan yang digagalkan Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi di Pulau Angso Duo, Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya dilepasliarkan.

Pulau Angso Duo yang masuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Taman Pulau Kecil (TPK) Kota Pariaman dipilih sebagai lokasi prioritas pelepasliaran lobster berdasarkan petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebelumnya, Polres Tanjabtim berhasil menggagalkan upaya pengiriman BBL (puerulus) yang akan dikirimkan ke Malaysia melalui Batam dengan sumber benih diinfokan berasal dari beberapa daerah di Pulau Jawa, Lampung dan Bengkulu pada Sabtu (16/5) lalu.  Temuan ini langsung dikomunikasikan Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Jambi kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) dan BPSPL Padang untuk diproses pelepasliarannya pada , Minggu (17/05) lalu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono mengatakan, sitaan benih lobster dalam keadaan hidup. " Maka, tindakan yang dilakukan adalah pelepasliaran. Ini sudah  sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan,” kata Aryo, di Jakarta, Rabu (20/5).

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Mudatstsir mengatakan, pelepasliaran di KKPD TPK Kota Pariaman berdasarkan pertimbangan kondisi karang sebagai habitat lobster dan keberlangsungan hidupnya.

“BBL kalau diprediksi nilai kerugian mencapai Rp 2,8 miliar. BBL tersebut dilepasliarkan  di zona pemanfaatan terbatas KKPD TPK Kota Pariaman," ujarnya.

Komposisi jenis lobster yang dilepasliarkan ini terdiri dari 17.600 ekor BBL Pasir, 130 ekor BBL Mutiara dan 2.267 ekor BBL Batik. " Pemilihan KKPD di Pariaman dirasa tepat karena sudah ada lembaga pengelolanya yakni Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daerah Konservasi dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat," jelasnya.

Menurut Mudatstsir, di tempat tersebut
terdapat kelompok penggerak konservasi Tabuik Diving Club (TDC) yang aktif melaksanakan transplantasi karang. Dengan demikian, baik dalam hal pengelolaan kawasan, termasuk monitoring biota di dalam kawasan, secara rutin dapat terlaksana.

Sesuai ketentuan Permen KP tentang pengelolaan Lobster, Ditjen PRL melalui UPT ditugaskan untuk merekomendasikan lokasi pelepasliaran. Dalam hal ini BPSPL Padang mengambil sikap untuk selalu konsisten dan komitmen bersinergi bersama Tim Gabungan UPT KKP se-Sumatera Barat yakni SKIPM Padang, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Padang, Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus dan instansi terkait SKIPM Jambi serta Polres Tanjabtim. 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018