Friday, 05 June 2020


Jelang Lebaran, Pengawas PSDKP Amankan 2 Kapal Maling Ikan

22 May 2020, 12:26 WIBEditor : Indarto

Kapal maling ikan | Sumber Foto:Dok. Humas PSDKP

Berdasarkan proses Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan (HENRIKHAN) yang sudah dilakukan, 2 KIA adalah KG 94094 TS dan KG 90746 TS. Bersama 2 KIA tersebut turut diamankan 22 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Ditjen pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen  PSDKP)-KKP tak akan mengendorkan semangatnya untuk melawan para pencuri ikan di perairan tanah air. Jelang Lebaran tahun ini, Kapal Pengawas Perikanan KKP kembali  menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal di WPP-NRI 711 Laut Natuna Utara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP tidak pernah kendor dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan di WPP-NRI. Bahkan di saat momen mendekati lebaran pun, Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP masih melaksanakan patroli pengawasan untuk memastikan bahwa sumber daya kelautan dan perikanan tidak dijarah oleh para pelaku illegal fishing.

”Awak Kapal Pengawas Ditjen PSDKP-KKP sampai saat ini masih melakukan patroli pengawasan di laut untuk memastikan bahwa tidak ada satu ruang pun untuk para pencuri ikan di laut kita," kata Edhy, di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut Edhy, tepat di hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2020, petugas pengawas PSDKP menangkap  2 KIA berbendera Vietnam di laut Natuna Utara. Dua  KIA tersebut dilumpuhkan oleh KP. ORCA 03 yang dinakhodai oleh Capt. Mohammad Ma’ruf.

Berdasarkan proses Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan (HENRIKHAN) yang sudah dilakukan, 2 KIA adalah KG  94094 TS dan KG 90746  TS. Bersama 2 KIA tersebut turut diamankan 22 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam.

”Berdasarkan hasil HENRIKHAN, kapal-kapal tersebut beserta seluruh awak kapalnya akan diproses lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan di Pangkalan PSDKP Batam," kata Edhy.

Keberhasilan aparat pengawas PSDKP tersebut, lanjut Edhy, tak lepas dari respon cepat jajaran Ditjen PSDKP yang memang sudah melakukan pendeteksian awal kehadiran kapal-kapal illegal di Laut Natuna Utara.

”Terima kasih kepada Dirjen PSDKP dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada yang memberikan respon cepat dan segera memerintahkan kapal untuk melakukan pelumpuhan setelah mendeteksi adanya KIA ilegal di Laut Natuna Utara," papar Edhy.

Menurut Edhy, sengan penangkapan 2 KIA tersebut menambah jumlah kapal pencuri ikan yang diamankam KKP. Sampai Mei 2020, sudah sebanyak 35 KIA ilegal telah diamankan. Sebanyak 35 KIA ilegal tersebut terdiri dari 17 kapal berbendera Vietnam, 9 kapal berbendera Filipina, 8 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018