Friday, 05 June 2020


Kontes Cupang Hias Virtual

22 May 2020, 12:30 WIBEditor : Indarto

Cupang hias | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Potensi budidaya ikan hias, khususnya komoditas ikan betta/cupang memiliki pasar yang cukup bagus baik di pasar lokal maupun ekspor.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan dalam rangka menekan penyebaran virus covid-19 tak menghalangi kreativitas pelaku usaha perikanan untuk mengembangkan usahanya. Terobosan yang dilakukan Asosiasi Pelaku Usaha Ikan Cupang Indonesia atau IndoBetta Splendens  dalam menggelar kontes ikan cupang secara virtual bisa jadi inspirasi dan  pilihan saat ini.

Kontes Ikan Cupang Virtual bertajuk “Virtual Indobetta Splendens Charitty Betta Show 2020” yang diadakan pada tanggal 16 – 19 Mei 2020 pun mendapat apresiasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto yang berkesempatan menutup sekaligus menjadi juri dan mengumumkan pemenang dalam kategori Best of Show mengatakan, kontes ikan hias virtual ini merupakan kreativitas dan inovasi yang baru dan patut dicontoh oleh komunitas ikan hias yang lain. “Apresiasi tinggi saya berikan kepada panitia penyelenggara yang berhasil melangsungkan kontes virtual ini dengan teknis pelaksanaan yang cukup lancar. Saya harap inovasi tidak berhenti disini dan upaya untuk melakukan kontes serupa dapat terus dilakukan dan diperbanyak,” kata Slamet, di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut Slamet, potensi budidaya ikan hias, khususnya komoditas ikan betta/cupang memiliki pasar yang cukup bagus baik di pasar lokal maupun ekspor. Hanya saja, di tengah pandemi covid 19, harus dicari soluasinya untuk transportasinya.

“KKP telah melakukan berbagai upaya terutama untuk mengatasi masalah transportasi baik antar daerah di Indonesia maupun untuk produk ekspor yang dialami oleh pembudidaya secara umum. Kami telah  melayangkan surat kepada Kepala Gugus Tugas Covid-19 dengan tembusan kepada instansi lain yang terkait seperti Kapolri, Menteri Perhubungan dan juga Kepala Dinas di daerah untuk kemudahan akses logistik bidang kelautan dan perikanan,” kata Slamet.

Slamet mengimbau pelaku usaha ikan hias yang masih mengalami kesulitan dalam hal pengiriman baik di dalam maupun ke luar negeri dapat memberikan informasi untuk dicarikan solusinya. Apabila ada kendala ekspor, KKP siap untuk membantu menelusuri dan menginformasikan terkait keterbukaan akan produk impor dan skala prioritas masing-masing negara.

“Membaiknya kinerja ekspor ikan hias Indonesia merupakan peluang yang luar biasa bagi pelaku usaha ikan hias di Indonesia. Dengan mulai terbukanya kembali pasar internasional, Indonesia menjadi negara eksportir ikan hias nomor satu di dunia bukanlah mimpi,” kata Slamet.

Data KKP menyebutkan, pada  tahun 2018 nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai 32,23 juta dollar AS. Pada semester 1 2019 nilai ekspor ikan hias sudah mencapai 16,54 juta dollar AS, atau tumbuh sebesar 2,56 persen dibandingkan semester 1 2018. Pada tahun 2020 ekspor ikan hias tumbuh  6-10 persen dari total nilai ekspor perikanan.

“Dengan nilai estetika yang luar biasa, ikan cupang atau betta termasuk salah satu yang digemari masyarakat dunia. Kita patut berbangga bahwa ikan cupang hasil budidaya dari Indonesia cukup terkenal di mancanegara karena keragaman varian yang cukup banyak dan bernilai estetika tinggi,” papar Slamet.

Menurut Slamet,  KKP siap untuk terus memberikan dukungan terhadap kreasi kegiatan seperti ini karena dapat memberikan hiburan dan kegembiraan kepada masyarakat penikmat ikan hias di tengah pandemi covid-19. “Dengan hati yang gembira dan senang, maka masyarakat mendapatkan semangat baru dan antusias menghadapi situasi sekarang ini,” kata Slamet.

Sementara itu Ketua panitia Virtual Indobetta Splendens Charitty Betta Show 2020, Joty Atmadjaja mengatakan,  acara tersebut diadakan sebagai bentuk belarasa terhadap pembudidaya ikan cupang yang terdampak covid-19. Selain kontes ikan cupang, turut diadakan penggalangan dana melalui sponsor dan peserta yang akan diberikan kepada pembudidaya cupang yang membutuhkan.

“Kami merasa prihatin karena sejak bulan Februari tahun ini semua kontes dibatalkan, oleh karenanya kami berinisiatif untuk mengadakan kontes ikan hias virtual pertama di Indonesia i," ujarnya.

Dikatakan, antusiasme pembudidaya cupang hias  juga cukup besar. Tercatat,  total ikan cupang yang lolos seleksi untuk dilombakan sekitar 300 video. Peserta berasal dari 33 kota di Indonesia. Bahkan ada peserta dari mancanegara seperti Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura.

Diharapkan, kontes ikan cupang online ini dapat menjadi inspirasi bagi pecinta ikan hias di manapun. " Selama pandemi corona belum berakhir kita masih bisa berkreasi dan adaptasi dengan kondisi yang ada," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018