Saturday, 26 September 2020


Saat COVID 19, Lokal Jadi Andalan Pasar Cupang Hias Hamada Djauhari

24 Jun 2020, 14:52 WIBEditor : Gesha

Cupang hias Hamada | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta -- Peternak cupang hias seperti Hamada Djauhari sebenarnya terbiasa untuk memenuhi pasar ekspor. Namun semenjak COVID 19, ekspor menjadi terkendala, akhirnya pasar lokal menjadi penyelamat.

"Ekspor sebenarnya sudah tembus sampai Malaysia dan Singapura. Tapi sekarang andalannya di pasar lokal saja. Permintaannya masih tetap tinggi kok. Karena memang cupang hias banyak disukai berbagai lapisan usia," beber peternak cupang hias asal Desa Warung Kadu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Hamada Djauhari. 

Diakuinya pasar luar negeri memang masih menggiurkan untuk peternak ikan cupang hias. Bagaimana tidak, harga jual ikan hias cupang di pasar luar negeri berada di kisaran Rp500.000 hingga Rp1 juta bergantung kualitas ikan.

Untuk memasarkan ikan hias tersebut, tidak terlalu sulit, karena cukup ditawarkan melalui facebook sudah banyak yang berminat untuk membelinya. "Kalau posting di Facebook, pasti aja langsung ada yang messenger baik itu dari Indonesia ataupun dari Singapura dan Malaysia," ungkap pemilik Gudang Cupang itu.

Untuk pasar lokal, Hamada mengaku menjual di kisaran Rp50.000 hingga Rp500.000. "Tapi pasar lokal tetap saya penuhi karena tetap menguntungkan meski tidak sebesar ke luar negeri," ujar Hamada.

Untuk pasar lokal ini, dirinya fokus untuk mengembangkan cupang hias warna karena memang pasar lokal lebih menyukai cupang hias. "Pasar lokal memang lebih seneng yang warna warni. Karena pembeli kebanyakan bapak-bapak dan anak kecil," tuturnya.

Hamada juga bercerita bagaimana dirinya mulai tertarik untuk terjun di cupang hias. "Awalnya dari hobi, tapi kok ya menarik bisnisnya. Akhirnya saya coba seriusi," tuturnya.

"Budidaya ikan hias ini memiliki prospek yang cukup bagus dan sangat menguntungkan karena biaya operasionalnya cukup murah, sedangkan harga jualnya bisa mencapai ratusan ribu per ekornya," kata Hamada.

Dirinya mengaku, beberapa ikan hasil peliharaannya mulai diminati pembeli dari berbagai daerah di Tanah Air, seperti Medan, Palembang, Jawa Tengah hingga Makassar.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018