Thursday, 09 July 2020


Perbanyak Coldstorage Portable untuk Nelayan dan Pembudidaya di KTI

30 Jun 2020, 20:05 WIBEditor : Indarto

Coldstorage portable | Sumber Foto:Dok. Biro Humas dan KLN

Pengadaan coldstorage portable diupayakan berjalan tahun ini. Sehingga ikan-ikan yang diproduksi nelayan dan pembudidaya di masa pandemi covid-19 bisa langsung disimpan.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----Guna menjaga kualitas dan harga ikan tetap stabil di saat pandemi covid 19,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  akan memperbanyak coldstorage di wilayah Indonesia Timur. Coldstorage ini  diharapkan bisa membantu nelayan dan pembudidaya ikan kecil.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pengadaan coldstorage portable diupayakan berjalan tahun ini. Sehingga ikan-ikan yang diproduksi nelayan dan pembudidaya di masa pandemi covid-19 bisa langsung disimpan.

" Mengenai pembiayaannya terdapat dua skema, melalui APBN atau dana pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU)/KUR," ujar Menteri Edhy, di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Menteri Edhy, penyediaan coldstorage ini diharapkan bisa menjadi salah satu terobosan, jalan keluar bagi ikan-ikan yang selama ini ditangkap tapi tak bisa masuk coldstorage. " Coldstorage yang disiapkan ini nggak membutuhkan konstruksi yang luar biasa mahal," ujar Menteri Edhy.

Kawasan Timur Indonesia (KTI) menjadi prioritas KKP untuk menempatkan coldstorage portable ini. " Karena itu, kami meminta jajaran KKP saling berkolaborasi agar penyerapan ikan nelayan dan pembudidaya berjalan lebih maksimal," ujarnya.

Menurut Menteri Edhy,  selama ini coldstorage diadakan oleh Ditjen PDSPKP. Diharapkan,  Ditjen Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya bisa  memberi masukan dan eksekusi langsung.

" Pekerjaan besar kalau hanya dikerjakan satu orang susah selesai. Kalau kita keroyok dan berkolabarasi bisa lebih maksimal hasilnya. Laut kita luas, produksi ikan kita besar baik budidaya maupun tangkap," tegasnya.

Menteri Edhy mengatakan, jumlah coldstorage di Indonesia tercatat sebanyak 1.741 unit dengan kapasitas total penyimpanan sebesar 2,46 juta ton. Coldstorage yang dibangun swasta dan pemerintah ini tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Rencana perbanyakan coldstorage di KTI bisa segera diwujudkan ke masyarakat untuk menampung ikan-ikan tangkapan nelayan dan pembudidaya ikan. " Mudah-mudahan ini bisa kita tindaklanjuti segera di 2020 ini," ujarnya.

Untuk merealisasikan perbanyakan coldstorage portable tersebut, Menteri Edhy
didampingi Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo dan Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT) Zulficar Mochtar, mengunjungi PT Bhanda Graha Reksa (Persero) di Kepala Gading, Jakarta Utara.

Kedatangan Menteri Edhy ingin melihat langsung coldstorage atau gudang pendingin yang digunakan oleh perusahaan pelat merah tersebut. Coldstorage yang digunakan PT BGR lebih hemat listrik dan portable atau dapat dipindah-pindah. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018